REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Laga panas dipastikan akan terjadi ketika Chelsea bertemu Manchester United (MU), pada pertandingan pekan kesebelas Liga Primer Inggris 2017/2018 di Stamford Bridge, Ahad (5/11) malam WIB. Pelatih tim tuan rumah, Antonio Conte menyatakan tidak tertarik untuk membangun sikap pertemanan dengan juru taktik MU, Jose Mourinho, ketika nanti bertemu.
Bahkan, Conte menegaskan, sulit berkawan dengan Mourinho maupun pelatih klub-klub Liga Primer Inggris lainnya karena adanya faktor persaingan. Conte menolak bersikap munafik untuk basa-basi menganggap para pelatih dari kompetitor timnya sebagai teman.
"Saya pikir sangat sulit untuk membicarakan hubungan pertemanan karena sejatinya mereka adalah pelatih tim lawan. Saling menghormati? ya. Tapi berteman, sepertinya tidak," kata Conte dikutip dari the Telegraph, Sabtu (4/11).
Pelatih asal Italia ini mengakui, memang ketika sosok sesama bangsa asal negeri Pizza, Claudio Ranieri, masih melatih Leicester City musim lalu, Conte menemukan adanya hubungan persahabatan. Tapi Conte menegaskan, setelah Ranieri pergi dari Inggris karena dipecat Leicester pertengahan musim lalu, semua sudah berubah.
"Saya bersahabat dengan Ranieri. Setelah acara malam penganugerahan pemain dan pelatih terbaik FIFA tahun lalu, saya dan dia makan malam bersama istri masing-masing. Tapi, hal tersebut sepertinya sulit untuk kembali terjadi dengan pelatih klub Inggris yang lain," kata Conte.
Eks pelatih Juventus ini menegaskan, jikapun harus membina hubungan perkawanan saat berkarier di Inggris maka Conte lebih senang melakukan itu dengan bosnya sendiri, Roman Abramovich. Conte mengatakan, dukungan dari pemilik Chelsea itu lebih berharga karena berkaitan dengan kemajuan tim besutannya.
"Hubungan saya dengan Abrmovich baik dan saya puas dengan kinerja saya. Tapi jika berteman dengan pelatih lain, saya kira itu sama sekali tak penting. Dengan Mourinho, saya menghormati pekerjaannya dan saya harap dia juga demikian. Itu saja, tidak lebih," tegas Conte.
Hentikan Inkonsistensi
Laga kandang melawan United menjadi misi Chelsea untuk menghentikan inkonsistensi. Conte ingin melihat pasukannya menampilkan konsistensi usai menjalani naik turun performa sejak musim 2017/2018 dimulai tiga bulan lalu.
Di Liga Primer Inggris, the Blues sudah menelan tiga kekalahan dari 10 laga. Di Liga Champions, Chelsea cuma menang dua kali dari empat laga. Dua pertandingan lainnya berakhir seri dan kalah.
Terakhir, sang juara Liga Champions 2012 dibekuk AS Roma dengan skor mencolok 0-3 pada penyisihan Grup C. Hasilnya, kini Chelsea menduduki peringkat kedua klasemen grup dengan tujuh angka, tertinggal satu dari Roma di puncak.
"Tim hebat harusnya bisa mengatasi masalah ini. Kami harus jadi protagonis di setiap laga. Semua akan kami perbaiki pada laga selanjutnya," kata Conte.
Keinginan Conte untuk melihat timnya bangkit tentu jadi alarm bahaya bagi MU. Memori MU ketika melakoni laga di kandang Chelsea, Stamford Bridge tidaklah indah. Musim lalu, Iblis Merah dibantai empat gol tanpa balas oleh Chelsea.
Kala itu, kekalahan tersebut jadi titik balik menukiknya perjalanan MU di ajang Liga Primer Inggris. Hingga akhirnya cuma finis di peringkat keenam Liga Primer Inggris.
Namun, Mourinho dengan menjanjikan timnya akan tampil habis-habisan ketika bertandang ke London. Mourinho mengatakan, laga melawan Chelsea sangat penting bagi timnya.
Menurut mantan pelatih Inter Milan ini, the Blues dan MU serta empat tim yang saat ini ada di posisi enam besar merupakan calon kuat juara. Untuk itulah menurutnya akan sangat riskan jika MU sampai kehilangan poin dari laga besar seperti melawan Chelsea.
"Chelsea adalah juara bertahan dan kompetitor kami. Saya juga yakin mereka menganggap kami begitu sehingga laga nanti akan jadi berat bagi masing-masing tim," kata Mourinho.
Mourinho menegaskan, laga melawan Chelsea bisa dianggap pertandingan besar bukan karena faktor di luar persaingan merebut gelar juara. Pelatih asal Portugal ini mengritisi sikap sebagian pihak yang menganggap laga Iblis Merah melawan Chelsea besar karena adanya sosok dirinya, Nemanja Matic, Romelu Lukaku, dan Juan Mata.
Menurut Mourinho, meski ia bersama Matic, Lukaku, dan Mata pernah membela panji the Blues di masa lalu, hal itu tak berkaitan dengan intensitas laga di Stamford Bridge nanti. "Ini jadi pertandingan besar bukan karena kami pernah jadi bagian Chelsea. Ini laga besar karena kami adalah dua tim besar," kata Mourinho.
Mourinho dan pasukannya membawa modal penting ke Stamford Bridge usai meraup kemenangan keempat babak penyisihan di Grup A Liga Champions. Dengan koleksi 12 angka, MU cuma perlu satu hasil seri dari dua laga terakhir untuk bisa meraih tiket 16 besar.
Pelatih asal Portugal ini juga memastikan, kepercayaan diri timnya layak tetap membumbung karena pada laga terakhir melawan Chelsea, MU menang 2-0. Saat itu, laga paruh musim kedua Liga Primer Inggris dilaksanakan di Old Trafford.
Lihat juga Infografis Pertarungan Chelsea dan United demi Mengejar Manchester City