REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Pelatih Chelsea Antonio Conte bahagia karena memulai kariernya baik sebagai pemain maupun juru taktik di klub kecil. Conte mengatakan, ketika memulai karier sebagai pemain, Lecce jadi tim pertama yang dihuninya.
Kala itu, dari 1985 sampai 1991 Conte merasakan banyak manfaat dalam mengembangkan kemampuannya dalam memahami sepak bola. Conte mengatakan, dua pelatih Lecce, Eugenio Fascetti dan Carlo Mazzone telah memberikannya banyak ilmu sepak bola.
"Saat jadi pemain, saya sangat beruntung dilatih oleh banyak pelatih hebat. Eugenio Fascetti dan Carlo Mazzone jadi sosok yang sangat penting bagi saya ketika tumbuh jadi pemain bola," kata Conte dikutip dari Express, Selasa (26/12).
Pelatih asal Italia ini mengatakan, pendidikan yang diterima selama jadi pemain membuatnya kini sukses sebagai pelatih. Conte mengungkapkan, cara-cara yang diterapkan oleh pelatihnya dulu kini selalu ditiru olehnya.
Untuk itulah, Conte memilih melatih tim gurem lebih dulu sebelum menerima pinangan klub besar. Menurut pelatih 48 tahun ini, dengan melatih klub kecil, maka ia bisa dengan lebih leluasa menerapkan ilmu yang dulu didapatkannya.
Ketika mulai melatih tahun 2006, Conte membesut klub bernama Arezzo yang berkompetisi di Seri B. Di sana jadi awal mula Conte menemukan formula tepat dalam melatih hingga kemudian pindah ke Bari, Atalanta, Siena hingga kemudian membesut Juventus, timnas Italia, dan kini Chelsea.
"Saya banyak menerapkan hal yang dulu saya lihat dari pelatih-pelatih saya. Itu menyenangkan. Pengalaman sangat penting dalam membentuk saya seperti ini," kata Conte.
Kini, Conte layak untuk bangga dengan perjalanan kariernya. Sebagai pemain, Conte sukses meraih lima Scudetto, satu Coppa Italia, satu Liga Champions serta masih banyak lagi. Kemudian sebagai pelatih, Conte telah mencicipi tiga scudetto dan satu trofi Liga Primer Inggris.