REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER — Kapten Manchester City Vincent Kompany mendesak klub sepak bola Liga Primer untuk memangkas harga tiket bagi para penggemar. Pemenang dua kali Liga Primer tersebut mengatakan penggemar menciptakan atmosfer di stadion pada setiap pertandingan sehingga membantu klub menjual hak siar televisi.
"Gunakan keunggulan kompetitif itu untuk menurunkan harga bagi para penggemar," katanya seperti yang dilansir dari BBC, Jumat (5/1).
Kompany mengutarakan desakan tersebut berdasarkan pada kesimpulan disertasinya untuk gelar magister administrasi bisnis (MBA). Kompany lulus dari Alliance Manchester Business School, bulan lalu.
Saat diwawancarai BBC Radio 5 live's Wake Up to Money, Kompany menjelaskan, penurunan harga tiket merupakan strategi bisnis jangka panjang. Kompany melakukan penelitian dengan mewawancarai 25 pemain sepak bola papan atas Liga Primer.
Hasilnya, dia menerangkan, ada keuntungan dan manfaat finansial memelihara hubungan dengan para pendukung yang datang ke stadion. Penelitian ini menyimpulkan keuntungan yang bisa diperoleh klub ketika bermain di kandang tergantung pada atmosfer yang bisa diciptakan di sekitar fasilitas yang ada.
Dia menambahkan, hal tersebut sangat terkait dengan orang-orang yang memasuki stadion. “Mereka yang mencintai klub dan mungkin sangat tertarik memberikan dukungan dibandingkan orang lain. Namun, mereka mungkin saja bukan orang yang selalu bisa membeli tiket,” kata dia.
Menurut Review Tahunan Football Finance yang dilakukan Deloitte baru-baru ini, proporsi pendapatan Liga Primer yang berasal dari tiket pertandingan mengalami penurunan. Tinjauan itu memprediksikan penurunan 29 persen sejak musim 2007/2008 hingga musim ini.
Jika dibandingkan dengan liga top Eropa lainnya, Liga Primer musim 2007/2008 tidak terlalu bergantung pada penjualan tiket. Proporsi penjualan tiket Liga Primer musim tersebut hanya 17 persen dari total pendapatan sedangkan Spanyol sebesar 20 persen, dan Jerman 19 persen.
Namun, angka proporsi Liga Primer lebih tinggi dibandingkan Italia dan Perancis, yang masing-masing hanya 11 persen. Pada musim tersebut, pendapatan televisi di divisi utama Inggris mencapai dua kali dari saingan terdekatnya, La Liga Spanyol.
Menurut Kompany, Liga Primer seharusnya memfokuskan pada hal ini karena menghasilkan pendapatan dua atau tiga kali lebih banyak melalui hak siar televisi dibandingkan lima liga top lainnya di Eropa. Dia menegaskan langkah ini karena atmofesr terbaik di stadion berarti membuka kesempatan kepada para penggemar untuk berada di stadion.
“Anda dapat menghasilkan lebih banyak pendapatan dalam jangka panjang jika Anda bisa membuat produk yang paling otentik yang ada di dunia. Karena itu, gunakan kekuatan pemasaran Anda untuk menjualnya ke seluruh dunia dan buatlah lebih banyak pendapatan seperti itu,” katanya.
Dia mencatat umumnya klub tampil lebih baik di depan pendukung mereka. Karena itu, dia mengklaim, klub tidak akan rugi kalau menurunkan harga tiket ketika menjamu tim lawan.
Kompany menambahkan klub bisa menetapkan biaya yang lebih mahal untuk penjualan tiket ketika bermain di luar negeri. Dia menambahkan, Liga Primer sekarang ini sudah meluas ke pasar yang relatif belum dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan seperti Cina, India, Afrika.
"Mereka bisa datang dan menghabiskan 400 poundsterling untuk sebuah tiket. Itu bukan apa-apa bagi mereka karena ini adalah pengalaman sekali seumur hidup, seperti pergi ke pertandingan NBA atau NFL," kata dia.