Sabtu 27 Jan 2018 20:38 WIB

Ginting Minta Saran Jonatan Christie Sebelum Jajal Chou

Jonatan telah empat kali menumbangkan Chou Tien Chen dalam empat pertemuan.

Pebulutangkis tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting seusai mengalahkan tunggal putra China Chen Long dalam babak perempat final Daihatsu Indonesia Master 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (26/1).
Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Pebulutangkis tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting seusai mengalahkan tunggal putra China Chen Long dalam babak perempat final Daihatsu Indonesia Master 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (26/1).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting mengaku meminta saran dari kompatriotnya, Jonatan Christie, untuk menghadapi lawannya dari Taiwan Chou Tien Chen pada semifinal Indonesia Masters 2018.

"Sebelum menghadapi Chou Tien Chen saya sempat minta saran ke Jonatan dan Bang Irwansyah. Kami diskusikan kekuatan dan kelemahan dia di mana. Setelah itu tinggal adu tahan di lapangan," kata Ginting di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (27/1).

Hasilnya, Ginting mampu melaju ke final turnamen level 4 (Super 500) ini usai menumbangkan Chou yang merupakan unggulan enam turnamen, 21-16, 13-21, dan 21-12 di fase empat besar dalam pertarungan selama 65 menit.

Jonatan telah empat kali menumbangkan Chou Tien Chen dalam empat pertemuan. Pertemuan terakhir kedua pemain terjadi di turnamen Malaysia Masters 2018 pekan lalu saat Jonatan menang 21-11, 24-22 atas Chou.

Sebelum menumbangkan Chou, Ginting menundukkan peraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016 asal Cina, Chen Long, yang didapuk menjadi unggulan tiga turnamen, 21-11, 16-21, dan 21-18 di perempat final. Ginting tak menyangka bisa melangkah sejauh ini.

"Sedikit tidak menyangka bisa menyingkirkan dua unggulan. Saya hanya main lepas, tidak memikirkan menang kalah. Lebih menjaga fokus karena lawan semakin berat. Jadi hanya berusaha menjaga pikiran dan fokus, jangan sampai buyar," ujar Ginting.

Terkait dengan pertandingan itu, Ginting mengaku terbawa permainan Chou yang memanfaatkan lebar lapangan di gim kedua sehingga harus kalah dengan skor cukup telak. Pada gim ketiga ia kembali seperti gim pertama, lebih menyerang dan bersabar. "Mau tidak mau tubuh ini harus dipaksakan. Dan di pertandingan gim kedua akan menjadi evaluasi saya untuk memperbaiki gaya main yang harus lebih cepat," ujar peraih gelar Korea Terbuka Super Series 2017 lalu itu.

Adapun Chou Tien Chen menilai Ginting bermain baik dalam pertandingan ini dengan mengutamakan kecepatan dan kecerdikan menempatkan bola. Ketika ditanyakan soal kendala dia di lapangan, Chou menjawab tak ada masalah berarti baik itu angin lapangan atau atmosfer di Istora yang sangat riuh kala pemain Indonesia bertanding.

"Tak ada. Masalah angin dan lapangan itu sudah biasa bagi tiap pemain dan harus bisa disesuaikan. Keriuhan penonton juga bukan masalah, justru saya sangat senang bermain di sini, karena masyarakat di sini tampak sangat menyukai badminton dan mendukung sepenuhnya pahlawan mereka," ucap tunggal putra peringkat tujuh dunia tersebut.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement