Selasa 30 Jan 2018 14:49 WIB

Ini Penyebab Inkonsistensi Liverpool Versi Klopp

Persoalan yang dialami the Reds lebih ke faktor teknis.

Rep: Frederikus Dominggus Bata/ Red: Endro Yuwanto
Reaksi pelatih Liverpool, Juergen Klopp seusai laga Piala FA lawan West Bromwich Albion di Anfield, Ahad (28/1) dini hari WIB. Liverpool kalah 2-3.
Foto: Peter Byrne/PA via AP
Reaksi pelatih Liverpool, Juergen Klopp seusai laga Piala FA lawan West Bromwich Albion di Anfield, Ahad (28/1) dini hari WIB. Liverpool kalah 2-3.

REPUBLIKA.CO.ID,  LIVERPOOL -- Liverpool FC tampil apik pada pekan ke-23 Liga Primer Inggris. Klub berjuluk the Reds menang atas Manchester City pada kompetisi terelite Negeri Ratu Elizabeth musim ini.

Tapi, apa yang terjadi setelah itu? Mohamed Salah dan rekan-rekan justru dua kali mengalami kekalahan beruntun. Pertama ditumbangkan Swansea di Liga Primer.

Selanjutnya takluk dari West Bromwich Albion di kancah Piala FA. Walhasil arsitek Merseyde Merah Juergen Klopp marah besar.

Klopp membantah jika anak asuhnya dinilai kelebihan percaya diri usai menumbangkan City. Menurut dia, persoalan the Reds, lebih ke faktor teknis.

"Posisi di area penyerangan kami tidak membantu pertahanan, itulah yang sebenarnya terjadi," kata juru taktik berkebangsaan Jerman, dikutip dari ESPN, Selasa (30/1).

Klopp menilai timnya masih kurang dalam hal kekompakan. Justru, menurutnya, Swansea dan West Bromwich lebih apik soal kerja sama tim.  "Ketika melawan West Brom dan Swansea, kami membutuhkan semua orang untuk membantu pertahanan," ujar eks arsitek Borussia Dortmund ini.

Liverpool masih berlaga dalam dua kompetisi sejauh musim 2017/2018 berjalan. Pada ajang Liga Primer, the Kop berada di urutan keempat, mengantongi 47 poin dari 24 laga.

Merseyde merah juga tetap berpartisipasi di Liga Champions. Pada babak 16 besar, Sadio Mane dan rekan-rekannya bertemu wakil Portugal, FC Porto.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement