Selasa 13 Feb 2018 01:46 WIB

Timnas tak Terpengaruh Cina Absen di AG

Cina dilarang tampil selama setahun sejak 2017 karena pelanggaran doping.

LIfter Indonesia Eko Yuli Irawan melambai usai melakukan angkatan clean and jerk pada nomor putra 62 kg 18th Asian Games Invitation Tournament di JiExpo, Jakarta, Ahad (11/2).
Foto: ANTARA FOTO/Fanny Octavianus
LIfter Indonesia Eko Yuli Irawan melambai usai melakukan angkatan clean and jerk pada nomor putra 62 kg 18th Asian Games Invitation Tournament di JiExpo, Jakarta, Ahad (11/2).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pelatih angkat besi Indonesia Supeni menyebut timnya tidak terpengaruh dengan absennya Cina di cabang olahraga angkat besi Asian Games 2018. Cina bersama negara dengan tim angkat besi lainnya seperti Kazakhstan dilarang tampil di semua kompetisi di bawah pengawasan Federasi Angkat Besi Internasional (IWF) selama setahun sejak 2017 karena pelanggaran doping.

"Kami tidak diuntungkan atau dirugikan dengan sanksi China. Kami tetap waspada dan terus mencari informasi mengenai lawan-lawan lain di Asian Games 2018," ujar Supeni di Jakarta, Senin (12/2).

Dia melanjutkan, negara-negara yang menjadi pesaing utama Indonesia di cabang olahraga angkat besi Asian Games 2018 seperti Vietnam, Thailand, Korea Utara dan India. India dipandang sebagai negara yang saat ini sedang naik daun di kancah angkat besi, khususnya sektor putri. 

Karena itu, Indonesia selalu memantau perkembangan India termasuk ketika tim Negeri Bollywood itu tampil di Pesta Olahraga Negara-Negara Persemakmuran (Commonwealth Games) 2018 yang digelar mulai April 2018 di Australia. "Kami akan memantau prestasi India di Commonwealth Games itu. Mereka jago di sektor putri, terutama di kelas 48 kilogram dan 53 kilogram," ujar Supeni.

Sebagai informasi, lifter putri andalan Indonesia di kelas 48 kilogram putri adalah peraih medali perak Olimpiade 2016 di Brasil, Sri Wahyuni Agustiani. Di kelas 53 kilogram putri, ada nama Dewi Safitri yang juga tampil di Olimpiade 2016 meski tanpa medali.

Sementara sektor putra, Vietnam dianggap berpotensi menggagalkan asa Indonesia meraih medali khususnya di kelas 62 kilogram, di mana ada peraih emas di SEA Games 2017, Malaysia, Trinh Van Vinh. Ketika itu, Trinh mengalahkan lifter andalan Indonesia Eko Yuli Irawan yang harus puas dengan perak.

Namun, pelatih tim angkat besi M Rusli menyebut Eko Yuli Irawan, lifter 28 tahun yang sudah meraih tiga medali Olimpiade, masih berpeluang meraih emas. Selain karena Eko memiliki kemampuan mumpuni, tidak tampilnya salah satu pesaing terberatnya di kelas 62 kilogram putra, yakni Kim Un-guk, semakin membuka jalan menjadi yang terbaik.

Atlet Korea Utara sekaligus pemecah rekor dunia angkat besi kelas 62 kilogram itu absen pada Asian Games 2018 setelah terlibat doping. "Kami optimistis bisa meraih emas di Asian Games 2018," tutur Rusli.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement