Sabtu 17 Feb 2018 09:05 WIB

Federer Jadi Petenis Tertua yang Puncaki Nomor Satu Dunia

Federer memuncaki nomor satu dunia setelah lolos ke semifinal turnamen di Belanda.

Roger Federer.
Foto: EPA-EFE/KOEN SUYK
Roger Federer.

REPUBLIKA.CO.ID, AMSTERDAM — Roger Federer menambah rekor lain di koleksi rekornya. Ia dipastikan menjadi petenis tertua yang menduduki peringkat satu dunia ATP berkat keberhasilannya mengalahkan petenis Belanda Robin Haase dengan skor 4-6, 6-1,6-1 untuk mencapai semifinal di Rotterdam pada Jumat (16/2) waktu setempat.

Belum lama setelah memenangi gelar Grand Slam ke-20nya di Melbourne bulan ini, Federer menggunakan wildcard untuk tampil di ajang ABN AMRO Tenis Dunia. Bukan hanya membidik gelar juara, dia mengincar untuk kembali merebut peringkat pertama dunia untuk pertama kalinya sejak November 2012.

Federer perlu untuk mencapai setidaknya empat besar untuk menyalip rival beratnya, Rafael Nadal, Federer sempat sedikit gugup pada pertandingan perempat final yang dimainkan di kota pelabuhan Ahoy Arena. 

Ia kehilangan serve pada game kesembilan dalam perjalanannya untuk kalah pada set pertama. Namun, petenis Swiss berusia 36 tahun itu melakukan hal yang seperti biasanya ia lakukan, yakni menaikkan tekanan untuk ‘menghancurkan’ Haase.

Ketika Haase melakukan double fault pada match point dan setelah awalnya menahan untuk melakukan selebrasi, Federer duduk di kursinya dan terlihat berkaca-kaca saat prestasinya dipastikan tercapai. Sebagian penggemar petenis Swiss itu pun memberikan tepuk tangan.

"Mencapai peringkat satu merupakan salah satu, bukan satu-satunya pencapaian utama di olahraga kami," kata Federer di lapangan setelah diberikan plakat simbol peringkat satu oleh mantan juara Wimbledon asal Belanda Richard Krajicek, yang merupakan direktur turnamen.

photo
Petenis asal Swis Roger Federer menerima trofi sebagai pemain nomor satu dunia setelah mengalahkan Robin Haase dari Belanda pada perempat final turnamen ABN Amro Tenis Dunia di Rotterdam, Belanda, Jumat (16/2). (EPA-EFE/KOEN SUYK)

"Terkadang pada awalnya Anda bisa berada di sini karena Anda bermain begitu baik, tetapi kemudian Anda harus berjuang untuk itu dan harus merebutnya kembali dari seseorang yang layak berada di sini. Ketika Anda bertambah tua, Anda mungkin harus melipatgandakan usaha Anda. Hal ini mungkin yang paling berarti dalam karier saya."

Federer, yang karier gemilangnya terpicu kembali sejak absen enam bulan pada 2016, telah memenangi tiga dari lima grand slam setelah melalui lima tahun tanpa memenangi satu pun. Salah satu pencapaian terbaik pada fase akhir karier yang pernah ditorehkan oleh petenis putra maupun putri. 

Catatan itu berarti dirinya melampaui Andre Agassi, yang sebelumnya menjadi petenis tertua di daftar peringkat ATP. Petenis AS Agassi berusia 33 tahun ketika ia menduduki posisi puncak pada 2003.

Ia merupakan salah satu sosok pertama yang memberi selamat kepada Federer. "Roger Federer terus menaikkan bar di olahraga kami. Selamat untuk pencapaian luar biasa lainnya!" kata Agassi melalui Twitter.

Federer juga mengukir rekor lain dengan selisih lebih dari lima tahun antara pencapaian sebelumnya dan yang terkini di posisi puncak dunia. Itu merupakan laju terpanjang sejak daftar peringkat ATP dimulai pada 1973.

Federer pertama kali mencapai posisi peringkat satu dunia pada 2004, saat masih berusia 22 tahun. Ia sekarang kembali ke sana 14 tahun kemudian setelah memainkan sejumlah permainan tenis terbaik sepanjang kariernya, Ia terlihat mampu untuk menduduki tahta ini dalam waktu yang lebih lama.

Ia juga menggenggam rekor yakni 302 pekan menduduki peringkat satu dunia. Belakangan di akun Instagramnya, Federer menulis,  "Malam untuk dikenang selamanya. Terima kasih kepada semua penggemar saya yang telah bersama saya sejak awal."

Perjalanan akan berlanjut pada Sabtu (17/2) hari ini waktu setempat ketika Federer menghadapi petenis Italia Andreas Seppi di semifinal. Seppi menaklukkan petenis Rusia Daniil Medvedev dalam tiga set.

Semifinal lainnya akan mempertemukan petenis Bulgaria Grigor Dimitrov dan petenis Belgia David Goffin. Dimitrov mengalahkan Andre Rublev, sedangkan Goffin melaju dengan walkover akibat petenis Ceko Tomas Berdych cedera.

sumber : Antara/Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement