Sabtu 17 Mar 2018 18:04 WIB

Esports Competition Dota 2 Dibanjiri Penonton

Sebagai tuan rumah Indonesia mendapat jatah wild card untuk ikut serta.

Rep: Fitriyanto/ Red: Endro Yuwanto
E sports competition Dota2  yang digelar 17-18 Maret di ICE  BSD,  Tangerang Banten dibanjiri penonton. Sebanyak 8.000 tiket untuk dua hari kegiatan ludes terjual.
Foto: Cahyadi/Mahaka Sport
E sports competition Dota2 yang digelar 17-18 Maret di ICE BSD, Tangerang Banten dibanjiri penonton. Sebanyak 8.000 tiket untuk dua hari kegiatan ludes terjual.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ajang Esports Competition Dota 2 yang digelar di ICE BSD Tangerang, Banten, pada 17-18 Maret dibanjiri penonton. Ajang yang baru pertama kali digelar di Indonesia ini mendapat sambutan antusias bagi para penggemar game online di Tanah Air.

Vice President Mahaka Sport and Entertainment (MSE) Cahyadi Wanda kepada Republika.co.id, Sabtu (17/3) menyatakan, ajang ini benar-benar ditunggu para pecinta esport di Tanah Air. "Dari 4.000 tiket yang dijual hari ini, serta 4.000 tiket untuk esok hari, sudah ludes terjual hanya dalam waktu dua jam. Harga tiket kelas tribun Rp 400 ribu dan Rp 1 juta untuk VIP," ujarnya.

Menurut Cahyadi, Esports Dota 2 Competition menjadi pembuka tahun ini. Ajang ini diikuti peserta dari berbagai negara, mulai dari Amerika Serikat, Eropa hingga Asia. "Sebagai tuan rumah Indonesia mendapat jatah wild card untuk ikut serta, namun peserta tuan rumah masih belum dapat berbuat banyak di ajang yang memperebutkan hadiah 300 ribu dolar AS ini."

Selain di Indonesia, ajang yang digagas Global Electronic Sport Championships (GESC) ini selanjutnya akan berlangsung di Bangkok Thailand, Singapura, dan Kuala Lumpur Malaysia. Peserta tidak saja bersaing untuk memenangkan hadiah namun juga untuk mengumpulkan poin agar bisa lolos ke putaran final yang akan digelar di Amerika Serikat.

Di era digital ini, olahraga esport memang mendapat tempat yang luar biasa. Rencananya, esport akan dilombakan di Asian Games 2018 sebagai ajang eksibisi. "Esport sudah diputuskan untuk dipertandingkan di Asian Games 2018 menjadi ajang eksibisi" ujar Cahyadi.

Cahyadi menambahkan, empat tahun ke depan tidak hanya tampil di eksibisi, olahraga ini akan dilombakan untuk memperebutkan medali. "Rencananya esports akan menjadi satu di antara cabang olahraga yang akan dipertandingkan di Asian Games 2022 di Hangzhou, Cina."

Sebelumnya, di ajang Asian Indoor and Martial Art 2017 (AIMAG 2017) yang digelar di Ashgabat Turkmenistan pada September tahun lalu, cabang esport sudah mulai diperkenalkan.

Gelaran esport di ajang pesta olahraga terbesar di Benua Asia ini merupakan satu langkah maju sebelum esport dipertandingkan di Olimpiade. "Melihat animo masyarakat Indonesia yang sangat tinggi dengan esport competition ini, semoga muncul pemain Indonesia yang mampu bersaing di pentas dunia," kata Cahyadi berharap.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement