Rabu 25 Apr 2018 23:28 WIB

Ini Permintaan TGB Setelah NTB-Bali Gagal Tuan Rumah PON

Ia mengatakan, dalam berusaha, semua kemungkinan bisa terjadi.

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB).
Foto: Muhammad Nursyamsyi/REPUBLIKA
Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB).

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Majdi atau lebih dikenal dengan Tuan Guru Bajang (TGB) meminta semua pihak tak perlu meratapi kegagalan NTB dan Bali menjadi tuan rumah bersama Pekan Olahraga Nasional 2024. Ia mengatakan, dalam berusaha, semua kemungkinan bisa terjadi.

"Namanya ikhtiar, bisa berhasil, bisa juga gagal," ujar TGB di Mataram, Rabu (25/4).

Menurut TGB, pemerintah provinsi baik NTB maupun Bali bersama KONI kedua daerah sudah berusaha maksimal memperjuangkan agar NTB dan Bali menjadi tuan rumah bersama PON XXI tahun 2024. Namun KONI daerah memilih Aceh dan Sumatra Utara. 

Menurut TGB, kemungkinan lobi dari kedua daerah itu kuat dan lebih jauh. "Kalau NTB dan Bali kan betul-betul dari awal mencoba," ujarnya.

Kendati kalah dan tak menjadi tuan rumah, menurut TGB, NTB dan Bali mampu berada di posisi kedua dalam perolehan suara. Menuruta dia, itu perlu disyukuri, bisa lebih dari yang lain dengan keterbatasan. Itu artinya tetapi cukup banyak KONI daerah yang percaya kepada NTB dan Bali.

Ia menambahkan, meski NTB kalah dalam persaingan PON XXI tahun 2024, pihaknya berharap wacana pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang merencanakan PON diselenggarakan dua tahun sekali terwujud. Ini agar NTB bisa menjadi tuan rumahnya.

Disinggung apakah kegagalan menjadi tuan rumah akibat KONI NTB tidak serius melobi daerah-daerah lain, TGB menegaskan bahwa hal tersebut tidak bisa sepenuhnya dibebankan menjadi tanggung jawab ketua maupun pengurus KONI.

Sebab, ia menilai, selama ini KONI NTB sudah berusaha maksimal agar NTB dan Bali bisa menjadi tuan rumah PON 2024.

Ia mengatakan bahwa persoalan kegagalan NTB bukan pada hasil akhir, melainkan pada prosesnya.

"Saya pikir kita melihat bukan pada hasil akhir, tapi prosesnya seperti apa. Ini sudah luar biasa kita sudah berusaha bersama-sama," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement