REPUBLIKA.CO.ID, KIEV -- Bomber Real Madrid Cristiano Ronaldo sepertinya memang menjadi salah satu pemain kunci yang harus dimatikan pergerakannya oleh para penggawa Liverpool. Kedua tim tersebut pada Ahad (27/5) dini hari WIB akan beradu di Stadion Olympiskiys, Kiev, Ukraina, untuk berebut trofi Liga Champions 2017/2018.
Ronaldo saat ini menjadi pencetak gol terbanyak di Liga Champions dengan catatan 15 gol dari total 30 gol koleksi Real Madrid. Meski sudah berusia 33 tahun, pemain asal Portugal tersebut masih dianggap sebagai soso paling berbahaya di lini depan.
Karena itu, di partai final nanti, pelatih Liverpool Juergen Klopp diminta untuk menemukan strategi untuk menghentikan Ronaldo. Mantan pemain belakang Liverpool Mark Lawrenson mengatakan, Ronaldo akan menjadi berbahaya jika asupan bola kepadanya tak terbendung.
"Untuk menghentikan Ronaldo, Anda harus memotong pemain yang memberinya umpan," kata Lawrenson seperti dikutip dari Goal, Sabtu (26/5). "Anda tidak boleh membiarkan bola mengalir kepadanya."
Menurut Lawrenson, Klopp akan mempertajam lini tengahnya. Dengan kreativitas lini tengah, maka akan memotong setiap usaha pemain Madrid memberikan bola pada Ronaldo. "Lini tengah yang baik akan menutup semua celah kepada Ronaldo," sambung Lawrenson.
Permainan disiplin para penggawa bertahan pun, lanjut Lawreson, menjadi keharusan dalam menghentikan Ronaldo. Saat ini, Klopp mengandalkan dua pemain bek tengah yang disiapkan untuk menghentikan Ronaldo, yakni Dejan Lovren dan Trent Alexander Arnold.
Kedua bek tersebut, menurut mantan striker Liverpool Michael Owen, punya tanggung jawab besar. "Terutama bagi Alexander Arnold. Dia masih sangat muda," ujar Owen.
Dejan Lovren, bek berusia 28 tahun. Sementara Alexander masih berusia 19 tahun. Namun keduanya, kepada Goal mengaku siap menghentikan laju Ronaldo. "Untuk menghentikan dia (Ronaldo). Kami berdua, akan bekerja sama menghentikannya," kata Dejan. "Kami sudah tahu apa yang akan dilakukan tim untuk menghentikan dia."
Mohamed Salah Vs Ronaldo