Selasa 29 May 2018 03:09 WIB

Indonesia Intip Peluang Tuan Rumah Olimpiade 2032

Kemungkinan pesaing Indonesia hanya negara-negara Afrika dan Asia.

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi (kanan) bersama Ketua Inasgoc Erick Thohir (kiri) dan Ketua Panpel Asian Paragames 2018 (Inapgoc) Raja Sapta Oktohari (tengah) mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (28/5).
Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi (kanan) bersama Ketua Inasgoc Erick Thohir (kiri) dan Ketua Panpel Asian Paragames 2018 (Inapgoc) Raja Sapta Oktohari (tengah) mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (28/5).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia membidik tuan rumah Olimpiade 2032, menyusul kehadiran Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach dalam penutupan Asian Games 2018 di Jakarta pada 2 September. Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (Inasgoc) Erick Thohir mengatakan, kehadiran Presiden IOC memberikan peluang bagi Indonesia.

Ia mengatakan, ini pertama kali Presiden IOC datang pada penutupan Asian Games. Bach, kata Erick, akan tinggal tiga hari di Indonesia. 

"Dia datang pada penutupan dan bukan pada pembukaan karena dia ingin melihat kesuksesan Asian Games ini," kata Erick dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi X DPR RI di Jakarta, Senin (28/5).

Erick mengatakan peluang Indonesia sebagai tuan rumah Olimpiade 2032 setelah Paris pada Olimpiade 2024 dan Los Angeles pada Olimpiade 2028 terbuka. Sebab, kemungkinan pesaing Indonesia hanya negara-negara Afrika dan Asia. 

"Asia pun tidak ada Cina, Jepang atau Korea, hanya ada India," kata Erick yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) itu.

Dalam rapat itu, Erick juga memaparkan dampak ekonomi, manajemen rekayasa lalu-lintas saat penyelenggaraan, rencana pawai obor, rencana upacara pembukaan dan penutupan, promosi, pengamanan, serta perkembangan penggunaan anggaran Asian Games.

"Hingga hari ini, persiapan tinggal 81 hari dan jika dipotong libur berarti tinggal 49 hari. Tapi, pada hari H-50, ada batas akhir pendaftaran atlet peserta Asian Games," kata Erick.

Batas akhir pendaftaran atlet Asian Games itu, menurut Erick, akan menentukan jumlah atlet dari masing-masing kontingen serta nomor-nomor pertandingam yang mereka ikuti.

"Kami juga akan menyiapkan pawai obor Asian Games pada 15 Juli hingga 18 Agustus yang dimulai dari India dan menuju ke Mrapen Jawa Tengah," ujarnya. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement