REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Pelatih Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino membeberkan pembicaraannya dengan Harry Kane begitu kapten Inggris itu kembali ke markas latihan Spurs setelah Piala Dunia 2018. Pochetino mengatakan, Kane masih dihantui kegagalan di Rusia di mana ia hanya membawa the Three Lions masuk empat besar Piala Dunia 2018.
Kane, kata Poche, bahkan tidak bahagia sama sekali dengan gelar sepatu emas yang ia bawa pulang dari Rusia. "Saya mengucapkan selamat kepada dia karena meraih sepatu emas. Dia bilang, saya sangat kecewa coach. Harusnya saya bisa lebih baik dari itu," kata Pochettino, menirukan pembicaraannya dengan Kane, dikutip dari AS, Rabu (8/8).
Begitu berhasil membawa Inggris lolos ke semifinal, Kane sangat optimistiss akan meraih gelar juara Piala Dunia pertama sejak terakhir kali dimenangkan the Three Lions pada 1962 lalu.
Sayang, Kane gagal menambah golnya pada laga-laga penting seperti di perempat final dan semifinal. Sehingga, Inggris tidak mampu lolos sampai partai puncak. Inggris dikalahkan Kroasia di semifinal dengan skor tipis 1-2. Padahal pada laga itu, Inggris unggul lebih dulu.
Kane mencetak enam gol sepanjang turnamen Piala Dunia di Rusia kemarin. Tiga gol dicetak Kane sekaligus ke gawang tim lemah Panama pada babak penyisihan grup.
Pochettino hanya mengambil hal positif dari kekecewaan Kane dari Piala Dunia. Dari situ, pelatih asal Argentina itu menilai Kane adalah seorang profesional dan bermental juara. Ia berharap gelar top skorer Piala Dunia yang sudah dikoleksi Kane dapat berimbas kepada penampilan pemain 25 tahun itu buat Spurs musim depan. Ia berharap ketajaman Kane bisa menular di Liga Champions musim depan.
"Energi Kane sangat terbakar. Ia bisa saja membawa kami maju ke empat besar Liga Champions," ujar Poche.