Rabu 05 Sep 2018 19:08 WIB

Griezmann Kritik Penentuan Kandidat Pemain Terbaik FIFA

FIFA tidak menetapkan namanya ataupun pemain dari timnas Prancis.

Rep: MGROL110/ Red: Israr Itah
Antoine Griezmann
Foto: AP Photo/Matthias Schrader
Antoine Griezmann

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyerang Prancis Antoine Griezmann mengkritik FIFA terkait penentuan kandidat akhir Pemain Terbaik FIFA 2018. FIFA tidak menetapkan namanya ataupun pemain dari timnas Prancis yang menjuarai Piala Dunia 2018. Tiga nama akhir memiliki kesempatan menyabet penghargaan tersebut, yakni Mohamed Salah, Cristiano Ronaldo, dan Luka Modric.

Ia menilai ini aneh dan memalukan, sebab trofi itu dipersembahkan oleh FIFA . Sementara Piala Dunia diselenggarakan oleh FIFA.

Baca Juga

"Kami memenangkan Piala Dunia dan tidak ada orang Prancis di kandidat akhir. Ini pilihan, tapi mengejutkan tidak ada (pemain) dari juara dunia," kata dia, dikutip ESPN, Rabu (5/9).

Griezman merupakan pilar Prancis saat menjuarai Piala Dunia 2018. Ia juga membawa Atletico Madrid juara Liga Europa. Namun, namanya luput dari penilaian.

Walau tak masuk dalam kandidat Pemain Terbaik FIFA 2018, Griezmann percaya dia punya peluang meraih gelar individu bergengsi lainnya, yakni Ballon d'Or berbekal trofi Liga Europa dan Piala Dunia.  

Griezmann yakin peluangnya besar merujuk hasil musim lalu. Ia mendapatkan suara terbanyak ketiga setelah hanya menjadi finalis Liga Champions bersama Atletico dan runner-up Piala Eropa 2016 bersama Prancis.

"Ya, saya sedang memikirkannya, terutama karena saya  semakin dekat dan lebih dekat dengan itu," katanya.

Ia merasa sudah pantas mendapatkan Ballon d'Or setelah memenangkan tiga trofi besar tahun ini. Pemain berusia 27 tahun ini mengantarkan Atletico menjuarai Liga Eropa musim lalu, kemudiah menyabet penghargaan pemain terbak Liga Europa, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia.

Ia mengungkapkan, memenangkan penghargaan Ballon d'Or memiliki rasa yang berbeda dengan trofi lainnya, baik itu Piala Eropa, bahkan Piala Dunia sekalipun. Baginya, Ballon d'Or adalah puncak penghargaan individu yang diinginkan setiap pemain. Ia merasa, kiprahnya selama ini sudah sangat pantas untuk diganjar penghargaan tersebut.

"Dibandingkan dengan 2016, saya harus berada di tiga besar," kata dia.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement