Sabtu 08 Sep 2018 17:17 WIB

Atlet Dibanjiri Bonus, Menpora: Terima Kasih pada Semuanya

Imam berharap atlet yang belum berprestasi juga mendapat perhatian yang sama.

Rep: Frederikus Dominggus Bata/ Red: Endro Yuwanto
Presiden Joko Widodo (kanan) dan Menpora Imam Nahrawi (kiri) berekspresi usai menyaksikan atlet wushu putri Indonesia Lindswell berlaga dalam nomor Taijijian Putri Wushu Asian Games 2018 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Senin (20/8).
Foto: Antara/Inasgoc/Ismar Patrizki
Presiden Joko Widodo (kanan) dan Menpora Imam Nahrawi (kiri) berekspresi usai menyaksikan atlet wushu putri Indonesia Lindswell berlaga dalam nomor Taijijian Putri Wushu Asian Games 2018 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Senin (20/8).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengapresiasi berbagai pihak yang memberi bonus untuk atlet Indonesia peraih medali Asian Games 2018. Menpora Imam Nahrawi menilai wakil-wakil Merah-Putih pantas diperlakukan demikian.

Imam melihat sendiri perjuangan Eko Yuli Irawan dan rekan-rekan. Tidak sedikit yang harus melawan rasa sakit dan cedera ketika berlaga.

Baca Juga

"Terima kasih kepada semua pihak yang telah membanjiri mereka dengan bonus, penghargaan, dan perhatian," kata Imam lewat pesan singkat kepada Republika.co.id, Sabtu (8/9).

Imam merasakan semangat kebersamaan mendukung para pahlawan olahraga. Ia berharap hadiah ini memacu para atlet untuk mengejar prestasi di level yang lebih tinggi.

Imam juga menyinggung para atlet yang belum berprestasi. Menurut dia, semua wakil Indonesia sudah berjuang maksimal. "Sayang takdir baik belum mereka dapatkan," ujar pejabat negara berusia 45 tahun ini.

Imam berharap atlet yang belum berprestasi tersebut mendapat perhatian yang sama. Ia melanjutkan, bulan depan Indonesia menggelar Asian Para Games, di Jakarta.

Imam mendorong para donatur agar menyisihkan rezeki untuk atlet-atlet Tanah Air yang berjuang di event tersebut. "Tolong siapkan bonus dan penghargaan lainnya untuk mereka, dengan setara, seimbang bahkan lebih sempurna. Meskipun mereka terbatas secara fisik, tapi niat dan tekad mereka sama, demi harkat dan martabat Indonesia di mata dunia," jelas dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement