REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Pemegang saham mayoritas Everton, Farhad Moshiri, meningkatkan kepemilikan sahamnya di klub dari 49,9 persen menjadi 68,6 persen. Klub Liga Primer Inggris itu mengumumkan peningkatan kepemilikan saham Moshiri pada Selasa (11/9) waktu setempat.
Moshiri membeli tambahan 18,7 persen sahamnya melalui Blue Heaven Holdings Ltd. Klub itu menyatakan bahwa penguasaan saham pengusaha Inggris-Iran tersebut akan naik menjadi 77,2 persen pada Juli 2019.
"Everton hari ini mengumumkan bahwa pemegang saham utama Farhad Moshiri telah berkomitmen lebih jauh dan meningkatkan kepemilikan sahamnya di klub," demikian pernyataan klub itu di situs resmi klub.
Sejak mengambil-alih klub pada Februari 2016, Moshiri telah menggarisbawahi komitmen kepada Everton dengan memberikan janjinya tentang peningkatan investasi di bursa transfer. Everton menghabiskan lebih dari 150 juta pound (195,29 juta dolar AS) sebelum dimulainya musim lalu. Tetapi pencapaian klub itu masih buruk.
Everton berjuang di fase pembukaan musim liga sebelum berakhir di urutan kedelapan di bawah pelatih keduanya musim ini, Sam Allardyce, yang mengambil alih kursi pelatih dari Ronald Koeman.
Everton melanjutkan belanja besar pada tahun ini. The Toffes menggaet pelatih baru Marco Silva yang membawa pemain depan Richarlison dari Watford dengan biaya 40 juta poundsterling dan mendatangkan bek Lucas Digne dari Barcelona sebesar 18 juta pound, serta beberapa pemain lainnya.
Moshiri, 63 tahun, juga menyatakan berencana untuk membantu klub itu pindah ke markas baru di dermaga Liverpool. Everton telah meraih gelar juara Inggris sembilan kali dan Piala FA pada lima kesempatan, meskipun tidak berhasil lagi sejak tahun 1995 ketika terakhir mengangkat trofi utama.
Klub Merseyside itu berada di urutan ketujuh klasemen Liga Primer Inggris musim ini dengan enam poin setelah menjalani empat pertandingan.