Ahad 16 Sep 2018 22:06 WIB

Atlet Asian Para Games Berprestasi dari Bali Bakal Jadi ASN

Atlet peraih medali akan menjadi ASN tanpa mengikuti jalur reguler.

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Endro Yuwanto
Gubernur Bali, Wayan Koster mengatakan pihaknya akan mengusulkan kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) untuk menerima atlet-atlet peraih medali sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) lewat jalur khusus.
Foto: REP/Mutia Ramadhani
Gubernur Bali, Wayan Koster mengatakan pihaknya akan mengusulkan kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) untuk menerima atlet-atlet peraih medali sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) lewat jalur khusus.

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Pemerintah Provinsi Bali berkomitmen mengapresiasi atlet-atlet Asian Para Games 2018. Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, pihaknya akan mengusulkan kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) untuk menerima atlet-atlet peraih medali sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) tanpa mengikuti jalur reguler.

"Atlet-atlet peraih medali akan saya koordinasikan langsung dengan Menpan RB dan Menteri Sosial agar bisa disiapkan jalur khusus diterima sebagai ASN," kata Koster saat Penerimaan dan Pelepasan Parade Api Obor (Torch Relay) Asian Para Games 2018 di Wisma Jayasabha, Bali, Ahad (16/9).

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) itu optimistis pemerintah pusat mendukung. Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Bali sudah pernah melakukan hal serupa kepada atlet.

Kegiatan pelatihan para atlet penyandang disabilitas asal Bali mendapat dukungan penuh dari pemerintah provinsi. Hal ini juga berlaku untuk event olahraga ke depan, seperti Pekan Olah Raga Nasional (PON) 2020 di Papua.

Ketua Panitia Nasional Penyelenggara Asian Para Games (Inasgoc) 2018, Raja Sapta Oktohari mengatakan, pawai obor kali ini serupa dengan Asian Games. Pertama kali obor abadi ini diarak di Solo, Jawa Tengah, kemudian Ternate. "Berikutnya secara maraton menyinggahi Makassar, Denpasar, Pontianak, Medan, Pangkal Pinang, dan terakhir Jakarta 30 September mendatang," katanya.

Asian Para Games tahun ini merupakan ketiga kalinya di dunia. Indonesia juga perdana menjadi tuan rumah. Acara olahraga terbesar kedua di Asia ini, kata Raja Sapta, bukan sekadar pertandingan olahraga, melainkan lebih menyuarakan kesetaraan dan kepedulian publik kepada kaum difabel.

Hampir 1.500 orang atau 75 persen atlet Asian Para Games 2018 merupakan tuna daksa yang menggunakna bantuan kursi roda. Raja Sapta menegaskan kaum difabel bukanlah orang yang memiliki kekurangan, namun orang-orang yang memiliki kelebihan.

Ketua Nasional Paralympic Committee (NPC) Bali I Nyoman Sumita berterima kasih kepada pemerintah pusat dan daerah. Menurutnya, baru kali ini kaum difabel disamakan dengan atlet normal.

Beberapa atlet asal Pulau Dewata sebelumnya berhasil menorehkan prestasi di ajang bertaraf dunia, seperti Ni Nyoman Widiasih, peraih medali perunggu di Olimpiade Paralympic. Saat ini yang bersangkutan diterima menjadi ASN lewat jalur khusus.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement