REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Konflik internal di tubuh Manchester United diduga muncul antara Paul Pogba dengan pelatih Jose Mourinho. Sebab, Mou mencopot posisi wakil kapten dari Pogba tanpa sebab. Dugaan sementara, penyebab sikap Mou yang keras kepada bintang Prancis itu karena akhir pekan lalu Pogba mengkritik pola permainan yang diterapkan MU terlalu bertahan.
Laporan Miror menyebutkan karier Pogba di Old Trafford akan segera tamat kalau Mourinho tetap bertahan di MU. Iblis Merah dilaporkan akan menjual Pogba untuk meredakan situasi di kamar ganti.
Tapi MU tidak akan mau rugi dengan kehilangan Pogba. Klub yang bermarkas di Old Trafford itu menetapkan harga 200 juta euro kepada klub peminat eks Juventus.
"MU akan mempertimbangkan klub yang meminati Pogba kalau ada tawaran 200 juta poundsterling," tulis Miror, dikutip Rabu (26/9).
MU membeli Pogba dari Juventus seharga 89,3 juta pound pada Juni 2016. Sudah memasuki musim ketiga di MU, Pogba sudah bermain 95 laga dan mencetak 19 gol.
MU menaikkan harga Pogba karena pemain 25 tahun itu sebenarnya semakin berkembang. Buktinya Pogba berkontribusi besar membawa Prancis juara di Piala Dunia 2018 di Rusia.
Agen Pogba, Mino Raiola, diketahui juga terus bergerak mencarikan klub baru buat klien terbaiknya itu. Klub yang sudah ditawarkan Raiola ialah Barcelona dan Juventus. Tapi Barca sudah tidak berminat lagi kepada Pogba sejak klub itu membeli Arturo Vidal dari Bayern Muenchen.
Kans besar justru ada di Juventus. Selain sudah akrab dengan skuat Bianconeri, Pogba juga tidak pernah mengeluh selama dilatih Massimiliano Allegri.