REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Salah satu mantan bintang Manchester United (MU) Gary Neville menilai merosotnya performa Iblis Merah pada awal musim 2018/2019 ini bukan sepenuhnya kesalahan pelatih Jose Mourinho. Ia berpandangan manajemen MU seakan tak peduli dengan apa yang diminta Mourinho pada jendela transfer musim panas kemarin.
"Justru saya merasa ada tarik menarik antara klub dengan Mourinho dan itu perlu dihentikan," kata Neville, dikutip Metro, Senin (8/10).
The Red Devils baru saja memetik hasil sempurna ketika menjamu Newcastle United pada lanjutan Liga Primer Inggris akhir pekan kemarin di Old Trafford. Kemenangan bagi MU sejatinya tak berjalan mudah karena mereka harus lebih dahulu tertinggal dua gol dari the Magpies.
Namun pada babak kedua, tim tuan rumah berhasil membalikan kedudukan dan keluar sebagai pemenang. Kemenangan ini dinyatakan oleh beberapa pihak membuat Jose Mourinho bernafas lega. Sebab, dalam empat partai terakhir, MU kerap gagal mengamankan kemenangan di semua kompetisi.
Neville pun menjelaskan selama kurun waktu 20 tahun terakhir, ketika Iblis Merah gagal mengantongi kemenangan maka klub asal kota pelabuhan ini dianggap tengah mengalami krisis.
"Satu-satunya hal yang akan membuat segalanya jadi tenang adalah hasil akhir. Itu bukan barang baru di sini (MU)," tegas Neville.
Sejatinya kemenangan atas Newcastle tak membuat posisi Mourinho aman. Banyak yang menilai keberadaan pria asal Portugal di Old Trafford sudah selesai. Neville pun teringat tentang kejadian pada 2003 hingga 2006 silam tentang kehadiran pelatih-pelatih baru yang kesulitan meneruskan era emas Sir Alex Ferguson.
"Ada saran bahwa ia (Mourinho) ada di batas akhir, tapi ia masih harus diberi kesempatan untuk membangun tim baru, dan ia perlu waktu untuk menyelesaikannya. Saya harap klub dapat mendukung Mourinho dengan pemain yang dia inginkan pada bulan Januari," sambung pria 43 tahun itu.