Jumat 12 Oct 2018 21:10 WIB

Polri Selidiki Oknum Polisi Calo Tiket Asian Para Games

Seorang penyiar radio merekam dua oknum polisi yang menawarkan tiket.

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Muhammad Hafil
Kadiv Humas Mabes Polri, Setyo Wasisto
Foto: Republika/Iman Firmansyah
Kadiv Humas Mabes Polri, Setyo Wasisto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepolisian menyelidiki adanya oknum polisi yang diduga menjadi calo tiket Asian Para Games. Penyelidikan dilakukan secara internal oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri.

"Nanti kalau ini (terbukti) akan kita tindak, karena itu tidak boleh. Itu sudah jelas bahwa Polri kalau salah harus ditindak," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto, Kamis (11/10).

Setyo menegaskan, kepolisian tidak seharusnya menjual tiket Asian Para Games. Ia pun memastikan, oknum anggota tersebut akan dihukum bila terbukti menjual tiket. Namun oknum anggota tersebut hingga kini belum diketahui. "Nanti Propam yang menangani," ucap Setyo.

Sebelumnya, Dua oknum anggota kepolisian pengaman gelaran Asian Para Games (APG) 2018 diduga terlibat penjualan tiket tak resmi. Aktivitas percaloan ini direkam oleh presenter yang juga aktor Augie Fantinus dan diunggah melalui Instagram miliknya. Augie mendokumentasikan aktivitas dua anggota berseragam kepolisian dengan baret biru muda pada Kamis (11/10).

Dalam video, tampak dua orang berseragam kepolisian yang menawarkan tiket nonton pertandingan basket putra kursi roda antara Indonesia Vs Irak. Laga tersebut berlangsung di Hall Basket Pintu XI Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Saat ditemui di area GBK, Augie menceritakan tentang aksi perekaman tersebut. “Kejadiannya kira-kira jam dua kurang,” kata dia saat ditemui di Kompleks GBK, Kamis (11/10).

Laga antara Indonesia Vs Irak terjadwal pada pukul setengah dua siang. Augie yang merupakan presenter radio, televisi dan aktor ini menceritakan keinginannya bersama teman-temannya ikut serta meramaikan gelaran Asian Para Games. Apalagi pertandingan basket yang merupakan olahraga kegemarannya.

"Katanya penontonya sepi. Jadi saya dan teman-teman memang ingin sekali menonton dan ikut memberikan dukungan. Meramaikanlah,” ujar Augie yang juga manajer timnas basket putri saat meraih perak pada SEA Games 2015.

Augie pun mengaku membeli tiket resmi di lokasi seharga Rp 100 ribu. Penjualan tiket resmi basket kursi roda ada di bibir pintu masuk XI GBK, persis di sebelah barat aula basket. Augie melanjutkan, lepas mengantre di lokasi penjualan tiket, Augie malah melihat seorang penonton yang kehabisan tiket ditawari karcis masuk oleh seorang anggota kepolisian berseragam resmi. “Ada polisi yang nawarin (tiket) ke orang lain,” kata dia.

Meski sudah punya tiket resmi, tapi Augie tertarik melakukan transaksi dengan oknum berseragam tersebut. “Saya bilang gak apa-apa. Bapak mau jual berapa. Teman saya ada yang mau beli. Saya bayari seratus ribu,” ujar Augie.

Lantaran Augie memegang kamera, oknum berseragam tersebut malah menarik tawaran. “Dia bilang, oh nggak. Ini punya komandan saya tadi,” kata oknum tersebut seperti ditirukan Augie.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement