Jumat 26 Oct 2018 05:21 WIB

Manajer Yamaha: Kami Harus Kerja Keras di Philip Island

Sirkuit tersebut salah satu andalan Yamaha dan atmosfernya sangat cocok untuk M1.

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Endro Yuwanto
Dua pembalap Yamaha, Maverick Vinales (kiri) dan Valentino Rossi.
Foto: EPA/Andreu Dalmau
Dua pembalap Yamaha, Maverick Vinales (kiri) dan Valentino Rossi.

REPUBLIKA.CO.ID, MOTEGI -- Manajer Tim Yamaha Movistar Massimo Meregalli mengatakan, hasil balapan di Sirkuit Motegi, Jepang, tak berjalan sesuai harapan. Duo Yamaha, Valentino Rossi dan Maverick Vinales harus puas finis masing-masing di tempat keempat dan ketujuh.

Namun demikian, Meregalli berharap hal sama tak terjadi di GP Philip Island, Australia, pada kesempatan berikutnya. Ini lantaran sirkuit tersebut salah satu andalan Yamaha dan atmosfernya sangat cocok untuk M1.

"GP Jepang tak berjalan sesuai harapan. Lebih dari itu, kami ingin berjuang untuk tetap menjadi yang teratas di balapan selanjutnya di Australia," kata Meregalli, dilansir dari Speedweek, Kamis (25/10).

Meregalli mengakui Yamaha harus bekerja kerjas lebih dini untuk hasil terbaik di Benua Kangguru tersebut. Beberapa tahun terakhir Yamaha biasanya menjalani tes pramusim di Philip Island. Hal itu tak terjadi tahun ini. "Ini berarti kami harus bekerja keras lebih awal untuk mendapatkan pengaturan motor yang cocok dan bagus. Hanya dengan begitu kami bisa memilih ban tepat dan melaju secepat mungkin," katanya.

Tahun lalu, duo Yamaha naik podium di sirkuit ini. Rossi finis kedua, disusul Vinales ketiga. "Kami ingin melakukan yang terbaik untuk mencapai dua teratas lagi tahun ini," kata Meregalli.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement