Kamis 08 Nov 2018 18:51 WIB

Bima Sakti: Kami Ingin Menang

Ia tetap mengandalkan gaya bermain yang selama ini diterapkan pelatih Luis Milla.

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Endro Yuwanto
Sejumlah pemain timnas Singapura menjalani sesi latihan di Stadion Nasional, Singapura, Kamis (8/11/2018).
Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Sejumlah pemain timnas Singapura menjalani sesi latihan di Stadion Nasional, Singapura, Kamis (8/11/2018).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim nasional (timnas) sepak bola Singapura menjadi lawan pertama skuat Indonesia. Kedua kesebelasan akan membuka laga penyisihan perdana Grup B Piala AFF 2018 di Stadion National, Kallang, Jumat (9/11). Skuat Garuda diunggulkan saat laga nanti. Namun, para penggawa tuan rumah, the Lions, juga bukan lawan yang harus diremehkan.

Menengok statistik, sebetulnya Singapura punya reputasi positif atas Indonesia. Dalam enam pertemuan terakhir sejak 2007, skuat asuhan pelatih Fandi Ahmad tersebut tercatat empat kali menang. Termasuk, kemenangan dua kali saat laga tandang ke Indonesia pada laga Piala Kemerdekaan 2007.

Indonesia baru sanggup membalas empat rentetan kekalahan kontra Singapura lima tahun kemudian. Persisnya, di era kepelatihan asal Sumatra Barat Nilmaizar. Pada Piala AFF 2012, gol semata wayang dari gelandang sayap Andik Vermansyah berhasil mengalahkan Singapura lewat skor tipis 1-0. Tapi, bak ironi kemenangan sewindu lalu itu karena skuat Garuda tak mampu lolos fase grup. Sebaliknya, Singapura menjadi juara AFF keempat kalinya.

Kemenangan Indonesia atas Singapura pun berlanjut pada era kepelatihan Alfred Riedl saat Piala AFF 2016. Skor kemenangan 2-1 saat penyisihan Grup A dua tahun lalu di Manila, Filipina, atas jasa Andik Vermansyah dan gelandang serang Stefano Lilipaly. Tetapi, lagi-lagi, skuat Indonesia waktu itu kembali gagal menjadi juara.

Sejak Piala AFF bergulir pada 1996, sampai edisi terakhir kejuaraan tersebut dua tahun lalu, skuat Garuda memang tak sekalipun pernah juara. Prestasi tertinggi Indonesia, hanya sebagai runner-up sebanyak lima kali.

Lima kali gagal juara itu pula yang memotivasi para penggawa Garuda harus membawa pulang trofi sepak bola paling bergengsi di Asia Tenggara tersebut tahun ini. Laga di markas Singa akan menjadi ujian pertama.

“Yang jelas, kami ingin menang di sini (Singapura),” kata pelatih timnas Indonesia Bima Sakti Tukiman, seperti dikutip dari laman resmi PSSI, Kamis (8/11).

Bima memang menyimpan ambisi besar di Piala AFF tahun ini. Kejuaraan sepak bola tertinggi di kawasan ASEAN itu menjadi gelaran resmi pertama Bima Sakti sebagai pelatih timnas. photo

Bima Sakti resmi menjadi pelatih Timnas Senior.

Mantan kapten timnas Indonesia itu berambisi mengabulkan mimpi juara Sang Garuda. Sebab, dari lima kali kegagalan Indonesia meraih podium utama, Bima Sakti menyumbang satu kegagalan saat dirinya masih bermain pada Piala AFF 2000. Kala AFF terakhir bagi Bima Sakti waktu itu, ia hanya mampu mengantarkan Indonesia ke posisi runner-up.

Pada Piala AFF 1996 dan 1998 Bima Sakti cuma mengantarkan Indonesia ke posisi ketiga dan keempat. “Kesempatan kami untuk juara tahun ini sangat besar. Saya berharap, sebagai pelatih timnas saat ini bisa membayar kegagalan saya meraih juara saat masih bermain,” kata Bima saat safari Piala AFF 2018 di Jakarta, pekan lalu.

Satu ambisi yang juga diamini oleh para pemainnya. “Kami (timnas) sudah sudah terlalu sering di posisi runner-up. Kami menginginkan untuk menjadi juara tahun ini,” kata kiper timnas Andritany Ardhiyasa pada forum yang sama.

Bima Sakti mengatakan, persiapan para pemainnya sudah maksimal. Melawan skuat the Lions nanti, para penggawa Garuda berlatih khusus di Stadion Busham, Singapura.

Skuat Indonesia tiba di Singapura pada Selasa (6/11) dan mulai fokus menyusun strategi bermain selama satu setengah jam, Rabu (7/11). “Kami berlatih menjelang petang. Saat latihan kami bermain taktik,” ujar Bima.

Ada 23 pemain yang ia bawa. Termasuk dua gelandang Andik dan Lilipaly yang punya pengalaman menjebol gawang Singapura. “Semua pemain dalam kondisi prima dan siap bermain,” sambung pelatih 42 tahun itu.

Menurut Bima Sakti, menghadapi Singapura nanti, ia tetap mengandalkan gaya bermain yang selama ini diterapkan pelatih Luis Milla. Yaitu memanfaatkan peran pemain di sektor sayap agar ruang gerak pemain lawan melebar.

Strategi tersebut agar ada keluasan dari dua pemain tengah Indonesia mengancam di lini pertahanan dan menjebol gawang lawan. Selain Andik, Bima Sakti membawa banyak pemain winger muda andalan. Seperti Febri Haryadi dan Irfan Jaya dari barisan Garuda U-23. Satu pemain sayap baru, yakni Riko Simanjutak, akan menjalani debutnya di Piala AFF.

photo
Timnas Indonesia di Piala AFF 2018

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement