Kamis 08 Nov 2018 23:02 WIB

Jamal Hibatullah Pembalap Indonesia Tercepat di Etape Lima

Jamal finis dengan waktu 4 jam 34 detik

Sejumlah pebalap lepas dari garis start pada etape keempat Tour de Singkarak 2018 di Pantai Cimpago Padang, Sumatera Barat, Rabu (7/11/2018).
Foto: Antara/Iggoy el Fitra
Sejumlah pebalap lepas dari garis start pada etape keempat Tour de Singkarak 2018 di Pantai Cimpago Padang, Sumatera Barat, Rabu (7/11/2018).

REPUBLIKA.CO.ID, PASAMAN, SUMATRA BARAT -- Pembalap Indonesia Jamal Hibatullah (tim PGN Road Cycling Team) naik podium sebagai pembalap Indonesia tercepat di etape lima balap sepeda Tour de Singkarak (TDS) 2018 di Pasaman, Sumatera Barat, Kamis (8/11).

Jamal, yang menjadi pembalap Indonesia terbaik pada ajang TDS 2017, menyentuh garis finis di depan Kantor Bupati Pasaman dengan waktu 4 jam 34 detik. Finis kelima di peringkat pembalap etape lima. Podium itu adalah yang pertama bagi Jamal di ajang TDS 2018.

"Syukur alhamdulillah terima kasih untuk teman-teman yang bekerja sama dengan baik. Sebetulnya target kita hari ini adalah juara etape, bukan hanya peringkat lima atau pembalap Indonesia terbaik, sedikit melenceng lah," kata Jamal usai perlombaan yang menempuh jarak total 161,4 km itu.

Jamal mengungkapkan bahwa trek etape lima kali ini cukup berbahaya karena kondisi jalan yang licin dan bekas longsor.

Hujan yang turun pada Rabu malam sempat menyebabkan longsor di ruas jalan yang dilalui etape lima. Bahkan panitia sempat memangkas rute sepanjang 9 km karena ruas jalan berada di Bukik Limbuki, Taram, Andaleh, Tarok, dan Batang Tabik terendam banjir.

"Treknya cukup berbahaya pas turunan ada longsor, banyak pembalap yang jatuh. Terus masuk ke finis hujan, jalan kecil dan jalannya agak keriting, rusak," kata Jamal.

Walaupun finis sebagai pembalap Indonesia tercepat di etape, Jamal belum mampu merebut jersey merah putih, yang masih dipegang oleh Muhammad Abdurrohman (KFC Cycling Team) sebagai pebalap Indonesia terbaik.

Saat ini Jamal naik empat peringkat ke peringkat 17 klasemen pembalap Indonesia. "Masih ada peluang, besok ada jalan menanjak 17 kilo, kemudian yang paling berat tanjakannya di etape tujuh," kata Jamal.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement