Senin 12 Nov 2018 07:00 WIB

Tour de Singkarak 2018 Rampung, Juara Baru Bermunculan

Tour de Singkarak sudah mendapat predikat baik di level internasional.

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Muhammad Hafil
Pebalap sepeda melintas di area perkebunan warga saat mengikuti Tour de Singkarak 2018 pada etape ke tujuh, di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Sabtu (10/11/2018).
Foto: Antara/Muhammad Arif Pribadi
Pebalap sepeda melintas di area perkebunan warga saat mengikuti Tour de Singkarak 2018 pada etape ke tujuh, di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Sabtu (10/11/2018).

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Rangkaian penyelenggaraan balap sepeda Tour de Singkarak (TdS) 2018 telah usai. Delapan etape juga telah rampung ditempuh para pembalap dengan panjang lintasan 1.267 kilometer (km).

Tak kurang dari 21 tim dari 26 negara ikut adu cepat dalam Tour de Singkarak tahun ini. Kementerian Pariwisata pun mengapresiasi gelaran tahun ini, karena dinilai sebagai penyelenggaraan tersukses, ditambah dengan bermunculannya juara baru.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik munculnya nama-nama baru yang naik ke podium tahun ini. Beberapa nama pembalap langganan juara pada tahun-tahun sebelumnya memang absen pas TdS kali ini. Hal ini membuat kompetisi menjadi lebih berwarna dan ketat. Menurutnya adanya para juara itu, akan mampu memotivasi pemerintah untuk lebih baik kedepannya dalam menyelenggarakan TdS.

Berikut untuk daftar sang juara umum dari beberapa kategori:

Juara umum atau individual general classification by time yaitu pebalap asal Australia Jesse Ewart dari Sapura Cycling Team Malaysia dengan total catatan waktu 43:41:14. Disusul urutan kedua Nicodemus Holler dari BIKE AID Jerman 43:41:24. Urutan ketiga Ariya Phounsavath Thailand Continental Cycling Team 43:41:30.

Best Sprinters atau green jersey dipegang oleh Oleksandr Polivoda dari NLC dengan poin 60. Urutan kedua Ryan Cavanagh St Goe T poin 44. Lalu untuk Best King of Mountain juga dipegang oleh Oleksandr Polivoda dari NLC dengan mengumpulkan poin 67.

Sementara untuk Team General Classification diraih oleh Thailand Continental Cycling Team diurutan pertama dengan catatan waktu 131:09:14. Disusul BIKE AID dengan catatan waktu 131:09:48. Ketiga KFC Indonesia dengan catatan waktu 131:13:56.

Best Indonesian Rider red and white jersey yakni Novardianto Jamalidin dari tim PGN Cyling Team dengan total catatan waktu 16:01:42. Kedua Muhammad Imam Arifin dari KFC dengan catatan waktu 16:01:42. Urutan ketiga Arri Pratama sari PRB dengan catatan waktu 16:01:42.

Best Team Classification jatuh ke Sapura Cycling Team Malaysia dengan kakulasi waktu 48:05:06. Lex Cycling Team Laos dengan kakulasi waktu 48:05:06. Bike AID dengan kakulasi waktu 48:05:06.

Hasil Etape VIII

Sementara yang finis terdepan pada etape VIII sepanjang 158 km yang dimulai dari Pantai Carocok Painan, Kabupaten Pesisir Selatan - Pantai Kata, Kota Pariaman, juga dipegang oleh juara baru.

Pembalap atas nama Nicodemus Holler dari BIKE AID Jerman 16:01:42 finish di urutan pertama. Disusul urutan kedua pebalap Lucas Carstensen BIKE AID catatan waktu sama. Urutan ketiga, Mohamad Izzat Hilmi Abdul Halil dari Sapura Cycling Team Malaysia catatan waktu sama.

Arief mengatakan saat ini Tour de Singkarak di tingkat internasional sudah memperoleh predikat good. Artinya, Tour de Singkarak sudah termasuk iven balap sepeda internasional yang baik.

"Rata-rata penonton untuk Tour de Singkarak mencapai 700 ribu. Dengan demikian, antusias masyarakat untuk menyaksikan Tour de Singkarak sangat tinggi. Hal ini sama dengan beberapa iven balap sepeda internasional yang ada di negara lainnya," katanya, Ahad (11/11).

Menurutnya, Tour de Singkarak bisa saja mencapai level ke good excelent, namun perlu ada beberapa hal yang dilakukan, seperti jalan yang dijadikan rute benar-benar sesuai standar UCI, dan beberapa hal lainnya yang perlu diperhatikan.

Arief juga sangat mengapresiasi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang tetap bertahan menyelenggarakan Tour de Singkarak hingga tahun ke-10 ini. Tahun ini dimana Pemerintah Provinsi Sumatera Barat secara dana dianggarkan dari anggaran APBD masing-masing kabupaten dan kota dan juga provinsi. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement