Senin 12 Nov 2018 17:10 WIB

KONI: Banyak Pertimbangan Turunkan Atlet Junior di SEA Games

Sukses prestasi diharapkan berlanjut ke ajang multi event selanjutnya.

Rep: Fitriyanto/ Red: Israr Itah
Suwarno
Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Suwarno

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Wacana untuk menurunkan mayoritas atlet junior di ajang multi event SEA Games 2019 masih terus digodok. Banyak pertimbangan untuk memastikan yang dikirim adalah atlet junior. Ini diungkapkan Wakil I Ketua Umum Bidang Pembinaan Prestasi Olahraga dan Bidang Pembinaan Organisasi KONI Pusat Suwarno ketika dihubungi Republika.co.id, Senin (12/11).

“Kami lihat perkembangannya seperti apa, akan kami bahas persayaratan atlet maupun pelatih yang akan diturunkan di SEA Games 2019. KONI Pusat bersama pengurus cabang olahraga (cabor) dalam waktu dekat ini akan membahasnya. Nanti akan diserahkan dan dikomunikasikan dengan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga,” kata dia.

Suwarno menjelaskan saat ini masyarakat Indonesia masih merasakan euforia Asian Games 2018. Sukses prestasi diharapkan berlanjut ke ajang multi event selanjutnya, apakah itu SEA Games 2019, maupun Olimpiade 2020.

“Tuntutan masyarakat kita harus tetap berprestasi. Ukuran prestasi itu pastinya adalah berapa banyak medali yang kita raih. Masyarakat tidak akan melihat atlet yang dikirim, maupun cabang olahraga yang dipertandingkan,” lanjutnya.

Menurut Suwarno, perubahan cabor di SEA Games bisa sangat signifikan. Ia memberi ilustrasi dari 32 cabor Olimpiade, hanya dua yang wajib dimainkan yakni atletik dan akuatik. Sisanya 14 cabang olahraga ditentukan oleh tuan rumah. "Sehingga cabor yang akan dimainkan biasanya menguntungkan tuan rumah,” ungkapnya.

Perubahan cabor pada SEA Games 2015 ketika digelar di Singapura dan dua tahun selanjutnya di Malaysia, menurut Suwarno, sangat berbeda. Pada SEA Games 2015 ada dayung, tapi dua tahun kemudian tidak dimainkan. 

"Nanti di Filipina pasti berbeda lagi, memang sudah ditetapkan 30 cabang olahrga namun nomor pertandingan baru akan dibahas November ini,” ujar dia.

Untuk menurunkan atlet junior di SEA Games 2019, walau hanya 60 persen komposisinya, menurut Suwarno masih belum bisa dipastikan. “Banyak pertimbangnnya. SEA Games 2017 kita peringkat lima, sedangkan Filipina yang akan jadi tuan rumah, peringkatnya di posisi enam,” kata Suwarno.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement