Sabtu 26 Jan 2019 17:01 WIB

Kalah Lagi, Ganda Jepang Masih Jadi Momok Greysia/Apriyani

Greysia tidak ingin ia dan Apriyani hanya konsisten sampai babak semifinal.

Rep: Fitriyanto/ Red: Endro Yuwanto
Ganda putri Indonesia Greysia Polli (kiri) dan Apriyani Rahayu gagal mengembalikan kok dari ganda putri Jepang Misaki Matsutomo dan Ayaka Takahashi saat pertandingan semifinal Daihatsu Indonesia Masters 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (26/1/2019).
Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Ganda putri Indonesia Greysia Polli (kiri) dan Apriyani Rahayu gagal mengembalikan kok dari ganda putri Jepang Misaki Matsutomo dan Ayaka Takahashi saat pertandingan semifinal Daihatsu Indonesia Masters 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (26/1/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pasangan ganda putri terbaik Indonesia saat ini, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, kembali menelan kekalahan yang kesekian kalinya dari ganda putri asal Jepang. Kali ini pada semifinal Daihatsu Indonesia Masters 2019, di Istora Senayan Jakarta, Sabtu (26/1), Greysia/Apriyani menyerah 20-22, 22-20, dan 12-21 dari Misaka Matsutomo/Ayaka Takahashi.

"Harus terima untuk sekian kalinya, ada perasaan kecewa. Masih ada momok dengan ganda Jepang yang harus kami pecahkan berdua." ujar Greysia usai laga.

Greysia mengungkapkan rasa kecewa terutama di gim pertama. "Saat unggul di gim pertama, kami tidak bisa mengambil kesempatan tersebut."

Namun menurut Greysia walau kalah dari segi angka, namun dari penampilan mulai ada peningkatan. "Sejak final BWF di Guangzhou Cina akhir tahun lalu, kami mulai mengubah permainan. Waktu itu masih buruk. Namun sekarang sudah mulai membaik," jelasnya.

Selain kecewa dengan gim satu, Apriyani menyatakan ledakan emosi di gim ketiga juga mempengaruhi permainannya. "Setelah dua kali gagal, saat kegagalan yang ketiga saya sempat emosi ini membuat pikiran jadi hilang fokus."

Memang dalam gim ketiga, Apriyani beberapa kali melakukan kesalahan sendiri. Pengembalian bolanya melebar. Ini membuat ia kecewa dengan melampiaskan dengan membanting raket ke lapangan.

Greysia tidak ingin ia dan Apriyani hanya konsisten sampai babak semifinal. "Kami ingin juara yang konsisten bukan konsisten semifinal."

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement