Selasa 26 Feb 2019 05:52 WIB

KONI Pusat-Papua Bahas Persiapan PON 2020

Pertemuan KONI Pusat dan KONI Papua akan diselenggarakan di Jayapura, Papua.

Presiden Jokowi meletakkan batu pertama pembangunan fasilitas PON 2020, di Jayapura, Papua, Sabtu (9/5).
Foto: Setkab
Presiden Jokowi meletakkan batu pertama pembangunan fasilitas PON 2020, di Jayapura, Papua, Sabtu (9/5).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat berencana menggelar pertemuan dengan KONI Papua terkait pematangan persiapan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020. Pertemuan KONI Pusat dan KONI Papua akan diselenggarakan di Jayapura, Papua.

"Rencananya, tanggal 1 sampai 2 Maret 2019 kami akan mengadakan rapat dengan KONI Provinsi Papua," kata Wakil Ketua Umum I KONI Pusat Mayjen TNI (Purn) Suwarno kepada Antara di Jakarta, Senin (25/2).

Baca Juga

Dalam rapat itu nantinya akan dibahas berbagai permasalahan terkait penyelenggaraan PON 2020. Antara lain mengenai mengenai jumlah cabang olahraga yang akan dipertandingkan, persiapan infrastruktur, dan banyak hal lainnya.

"Kami berharap pertemuan itu bisa sekaligus jadi rapat finalisasi untuk persiapan PON. Semoga kami juga bisa ketemu dengan pengurus PON. Jadi, setelah rapat, bisa langsung ambil langkah," tutur Suwarno.

KONI Pusat bersama dengan KONI Provinsi Papua masih terus melakukan pembahasan mengenai jumlah cabang olahraga yang akan dipertandingkan dalam PON 2020. Terdapat lima cabang olahraga yang menurut KONI Papua tidak bisa diikutkan dalam PON 2020, yaitu boling, panjat tebing, handball (bola tangan), korf ball (bola keranjang) dan arung jeram. Papua beralasan memiliki keterbatasan anggaran untuk menyiapkan lima venue cabang olahraga tersebut.

Menghadapi kondisi seperti itu, KONI Pusat yang diwakili oleh Suwarno langsung bertolak menuju Papua pada akhir 2018 lalu dan bertemu langsung dengan gubernur untuk membahas keikutsertaan lima cabang olahraga tersebut.

Dari pertemuan tersebut, gubernur meminta kepada KONI Papua agar melakukan analisa atau mempelajari lima cabang olahraga tersebut. Gubernur juga meminta kepada KONI Pusat agar terus berkomunikasi dengan KONI Papua.

Namun sampai dengan saat ini, belum ada keputusan atau kesepakatan yang dihasilkan. KONI Pusat dan KONI Papua masih terus mempelajari lima cabang olahraga tersebut. 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement