Kamis 27 Jun 2019 01:10 WIB

Tunggal Putra Bisa Juara Indonesia Open dengan Strategi

Pemain harus paham mana yang boleh atau tidak dilakukan pada pertandingan nanti.

Ekspresi pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Jonatan Christie ketika meraih poin saat bertanding melawan pebulu tangkis Taiwan Chou Tien Chen pada babak perempat final Piala Sudirman 2019 di Guangxi Sports Center Gymnasium, Nanning, China, Jumat (24/5/2019).
Foto: Antara/Wahyu Putro A
Ekspresi pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Jonatan Christie ketika meraih poin saat bertanding melawan pebulu tangkis Taiwan Chou Tien Chen pada babak perempat final Piala Sudirman 2019 di Guangxi Sports Center Gymnasium, Nanning, China, Jumat (24/5/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala pelatih bulu tangkis tunggal putra Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Hendry Saputra menilai nomor tunggal putra bisa meraih gelar pada turnamen Indonesia Open 2019 asalkan bisa menerapkan strategi secara matang. Ia mengatakan, pemain harus paham mana yang boleh atau tidak dilakukan pada pertandingan nanti.

Ia menyebutkan dalam turnamen tersebut, peluang kemenangan tunggal putra yang diwakili Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, dan Tommy Sugiarto, masih bisa berubah tergantung situasi di lapangan.

Baca Juga

"Harapannya memang besar, bisa ke final dan juara. Lihat head to head dan bandingkan. Kalau bertemu pemain-pemain top, misalnya (Kento) Momota, Chou Tien, (Viktor) Axelsen, mereka pernah menang kalah. Tapi saat bertemu Shi Yuqi dan (Kidambi) Srikanth sudah bisa menang. Kalau melihat dari hasil sebelumnya, tentu bisa dibilang peluang Jonatan dan Ginting itu ada," tutur Hendry dalam keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Rabu (26/6).

Sebelumnya Hendry juga tidak memprediksi Ginting bisa meraih gelar di China Open 2018 yang juga turnamen Super 1000, setingkat dengan Indonesia Open 2019. Hendry meyakini jika atlet bisa menaklukkan pebulu tangkis elite, hal itu tentu karena mereka bisa menerapkan strategi yang telah direncanakan.

"Waktu Anthony menang itu kan buah dari latihan dia. Tapi konsistensinya yang belum dapat. Kalau sudah konsisten, harusnya dia bisa dapat gelar lebih banyak, karena dari fisik, teknik, cara main, dan mental juangnya sudah bagus. Tinggal konsistensinya itu," kata Hendry.

Berdasarkan hasil undian yang dirilis situs Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), Jonatan dan Ginting berada di pool atas, sedangkan Tommy Sugiarto menempati pool bawah.

Pada babak pertama Ginting akan bertemu dengan Lu Guangzu dari China, dan jika lolos hingga perempat final kemungkinan besar akan bertemu Kento Momota, unggulan nomor satu dunia asal Jepang.

Sementara itu Jonatan bakal bertemu dengan Rasmus Gemke (Denmark) dan diperkirakan akan bertemu dengan Chou Tien Chen, pemain andalan Taiwan, jika langkahnya mulus hingga delapan besar.

Sedangkan Tommy Sugiarto sudah harus berhadapan dengan pemain unggulan di laga pertama yaitu Chen Long dari China. Jika berhasil lolos ke perempat final, ia berpeluang besar akan berjumpa dengan Shi Yuqi, unggulan kedua dari China.

Turnamen Indonesia Open 2019 merupakan salah satu dari tiga turnamen bulu tangkis berkelas Super 1000, dengan total hadiah yang ditawarkan mencapai Rp 17,6 miliar.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement