REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- Masa depan kiper AC Milan Gianluigi Donnarumma dipastikan aman di Stadion San Siro. Direktur Olahraga Milan Paolo Maldini menegaskan, klubnya kerasan untuk tidak melepas Donnarumma dan menjadikannya sebagai simbol masa depan tim berjuluk i Rossoneri.
Pada bursa transfer musim panas kali ini, nama Donnarumma kembali menyeruak. Drama antara pemain agen Mino Raiola dan juga klub dianggap bakal kembali terjadi seperti beberapa musim yang lalu. Terlebih klub kaya asal Prancis Paris Saint-Germain (PSG) menunjukan minatnya pada portiere 20 tahun.
Menanggapi hal tersebut Maldini mengatakan, Milan sama sekali tak berpikir untuk menguangkan Gigio, sapaan akrab Donnarumma.
"Gagasan yang kita miliki saat ini adalah menjaga Donnarumma untuk waktu yang sangat lama," tegas Maldini dalam konfrensi persnya bersama pelatih baru Marco Giampaolo dilansir Football Italia, Rabu (9/7).
Kabar bakal dilepasnya Donnarumma lantaran dirinya memiliki nilai jual paling tinggi diantara penggawa il Diavollo, market value Gigio mencapai 50 juta euro di atas Suso Fernandez di posisi kedua. Nantinya, rencana penjualannya bisa menghindari hukuman Financial Fair Play (FFP) yang sedang dijalani Milan.
PSG melalui Direktur Olahraga Leonardo Araujo langsung melayangkan tawaran kepada Milan dengan memberikan salah satu kipernya Alphonse Areola dan uang tunai 20 juta euro. Sayang, tawaran ditolak mentah oleh kubu Merah-Hitam.
Sementara itu, Maldini berbicara tentang ambisi klub menyongsong kompetisi musim 2019/2020 mendatang. Dalam beberapa musim terakhir, tim asal kota mode Italia itu sulit bersaing dengan Juventus, Napoli, Inter Milan untuk meraih gelar juara Scudetto.
"Penggemar tentu memahami momen sulit ini dalam sejarah Milan, tim sudah membuktikannya musim lalu. Kami selesai di posisi lima dan hanya berselisih satu poin dari zona Liga Champions," kata Maldini.
Kini dengan ditunjuknya Maldini sebagai pengganti Leonardo pada jabatan direktur olahraga, dan mendatangkan Zvonimir Boban, serta Ricky Massara dalam komposisi manajemen Milan, pria berusia 51 tahun berharap timnya dapat memperbaiki posisi sebelumnya dan mejeng di kompetisi tertinggi bagi klub top Eropa Liga Champions.
"Pilihan menunjuk Boban dan Massara sebagai direktur adalah untuk menjadi kompetitif lagi sesegera mungkin. Tujuan kami bukan hanya untuk menang, tapi untuk memperbaiki posisi musim lalu dan kembali ke atas secepat mungkin," katanya.