Sabtu 20 Jul 2019 15:01 WIB

Hendra/Ahsan Tembus Tembok Pasangan Muda Jepang

Hendra/Ahsan berupaya menembus pertahanan lawan dengan bola-bola drive panjang.

Pasangan ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan-Hendra Setiawan mengembalikan kok kearah ganda putra Jepang Takuro Hoki-Yugo Kobayashi dalam pertandingan babak semifinal turnamen Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (20/7).
Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Pasangan ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan-Hendra Setiawan mengembalikan kok kearah ganda putra Jepang Takuro Hoki-Yugo Kobayashi dalam pertandingan babak semifinal turnamen Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (20/7).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pasangan unggulan empat Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan menunjukkan kualitas dan pengalamannya untuk menundukkan pasangan muda Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi di babak semifinal turnamen Blibli.com Indonesia Terbuka 2019, Sabtu (20/7). Hendra/Ahsan menghentikan laju Takuro/Yugo dengan memenangkan pertandingan ketat ini dalam rubber game, 17-21, 21-19 dan 21-17.

Sebagai pasangan non-unggulan, Takuro/Yugo menunjukkan permainan yang menawan di gim pertama. Mereka bermain sangat rapi dari segi serangan dan pertahanan. Pukulan netting dan dropshot mereka juga sangat halus. Tentu saja ini sangat merepotkan barisan pertahanan Hendra/Ahsan.

Takuro/Yugo unggul dalam permainan depan yang membuat mereka selalu memimpin perolehan angka. Mereka unggul 8-11 di paruh gim pertama. Hendra/Ahsan tidak bisa lepas dari tekanan. Takuro/Yugo mencuri gim pertama dengan 17-21.

Hendra/Ahsan terus berupaya memecah kebuntuan di awal gim kedua. Mereka terus mencari celah kelemahan dari pasangan muda Jepang ini. Pertandingan berjalan alot dengan terjadi saling menyusul perolehan angka. Takuro/Yugo kembali unggul tipis 10-11 di paruh gim.

Hendra/Ahsan berupaya menyerang melalui pukulan-pukulan drive panjang ke sudut-sudut pertahanan lawan. Strategi ini cukup berhasil dalam menembus pertahanan Takuro/Yugo. Sejak kedudukan 18-18, Hendra/Ahsan memimpin dengan 20-18 dan 21-19.

Di gim yang menentukan, Hendra/Ahsan terus mempertahankan pola permainan tersebut. Takuro/Yugo yang sebelumnya sangat jarang melakukan kesalahan, kini mereka tampil tertekan dan beberapa kali melakukan kesalahan sendiri.

Sejak kedudukan 3-3, Hendra/Ahsan terus memimpin dengan 6-4 dan 11-8 di paruh gim. Takuro/Yugo belum mengibarkan bendera putih. Mereka terus mengejar dan berbalik menyerang hingga mampu menyamakan kedudukan dengan 14-14.

Hendra/Ahsan menunjukkan pengalamannya dengan tetap bermain sabar. Mereka berupaya meredam serangan pasangan Jepang. Hendra/Ahsan kembali unggul 17-15, 20-16 dan pengembalian bola yang tidak sempurna dari Takuro Hoki membuat kemenangan diraih Juara Dunia 2013 dan 2015 ini dengan 21-17.

Dengan kemenangan ini, Hendra/Ahsan melaju ke babak final dan berpeluang menciptakan All Indonesian Final. Karena di semifinal lainnya, pasangan unggulan pertama Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo akan melawan unggulan tiga dari Cina, Li Junhui/Liu Yuchen.

Perjalanan Takuro/Yugo hingga ke semifinal dengan mengalahkan para unggulan. Di babak pertama, mereka mengalahkan dengan mudah wakil Kanada, Jason Anthony Ho-Shue/Nyl Yakura dengan 21-9 dan 21-12.

Di babak kedua, mereka mengalahkan seniornya yang merupakan unggulan kedua, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda dengan 21-14 dan 21-15. Di perempat final, mereka juga mengalahkan pasangan unggulan lainnya yaitu unggulan enam dari Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Ardianto juga dengan dua gim, 21-19 dan 21-12.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement