Ahad 08 Sep 2019 20:18 WIB

Orang Tua Peserta Kecewa Audiensi PB Djarum akan Berakhir

Orang tua peserta kecewa dengan keputusan yang mendadak tersebut.

Rep: Hartifiany Praisra/ Red: Endro Yuwanto
Seorang anak melakukan proses registrasi untuk mengikuti Audisi Umum PB Djarum di GOR KONI, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (27/7).
Foto: DOK. PB Djarum
Seorang anak melakukan proses registrasi untuk mengikuti Audisi Umum PB Djarum di GOR KONI, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (27/7).

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Suasana berbeda terlihat dari rangkaian Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis 2019 di Purwokerto, Jawa Tengah. Tidak hanya menemani anaknya audisi, belasan orang tua peserta audisi meminta bertemu perwakilan PB Djarum.

Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis 2019 dikabarkan akan menjadi audisi terakhir PB Djarum. Selama ini, PB Djarum melaksanakan audisi di beberapa kota untuk menjaring bibit atlet muda.

Baca Juga

Salah satu orang tua peserta audisi, Aris Amaluddin menyatakan, klub lokal memiliki hak untuk berdiskusi dengan PB Djarum sebelum keputusan tersebut dibuat. Menurutnya, orang tua peserta kecewa dengan keputusan yang mendadak tersebut.

"Kami dari beberapa klub lokal dan orang tua peserta ini seperti ada semacam keputusan sepihak tanpa adanya opsi lain," kata Aris di GOR Satria, Purwokerto, Ahad (8/9).

Perwakilan orang tua peserta ini ingin menemui PB Djarum untuk sama-sama mencari solusi. Ia meminta untuk membedakan antara bisnis dan prestasi. "Selama ini prestasi olahraga terbesar Indonesia kan dari bulu tangkis. Kami sangat menyayangkan ya, karena hanya PB Djarum yang melakukan audisi secara transparan," katanya.

Aris juga menilai harus ada penjelasan lebih dari KPAI mengenai eksploitasi anak melalui audisi umum. Karena, menurutnya, justru audisi umum bisa menjadi cara anaknya menggapai cita-citanya sebagai atlet bulu tangkis profesional. "Karena ini imbasnya bisa secara psikologi bagi anak-anak dan orang tua juga," katanya.

Belasan orang tua berkumpul di GOR Satria mendesak bertemu perwakilan PB Djarum. Mereka meminta untuk mengkaji ulang keputusan PB Djarum untuk meneruskan audisi umum.

Orang tua tersebut kemudian disambut oleh manajer tim PB Djarum, Fung Permadi. Pertemuan yang berlangsung selama setengah jam ini membahas kekhawatiran orang tua mengenai berhentinya audisi umum.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement