Jumat 18 Oct 2019 15:31 WIB

Kapten Leicester: Medsos Perburuk Rasisme dalam Sepak Bola

Kapten Leicester City, Wes Morgan mengaku prihatin dengan maraknya kasus rasisme

Rep: Frederikus Bata/ Red: Bayu Hermawan
Wes Morgan
Foto: EPA/DIEGO AZUBEL
Wes Morgan

REPUBLIKA.CO.ID, LEICESTER -- Kapten Leicester City, Wes Morgan mengaku prihatin dengan semakin maraknya kasus rasialisme di dunia sepakbola. Teranyar, skuat tim nasional Inggris jadi korban.

Marcus Rashford dan rekan-rekan dilecehkan oleh pendukung Bulgaria saat kedua tim bertemu pada kualifikasi Piala Eropa 2020. Kapten Leicester City, Wes Morgan prihatin akan masalah ini. Nyaris dua dekade, bek asal Jamaika itu telah menekuni dunia profesional. Ia menilai tindakan rasialisme saat ini, lebih buruk jika dibandingkan dengan sewaktu ia mulai berkarir.

Baca Juga

"Ketika saya memulai, tidak ada peran media sosial," kata Morgan, dikutip dari Reuters, Jumat (18/10).

Oleh karenanya, kontrol terhadap perilaku seseorang di medsos, menurutnya perlu ditingkkan. Sebab jika dibiarkan, memicu semakin maraknya serangan rasis. "Bisa menjadi katalisator bagi sebagian besar perilaku rasis yang terjadi. Sebuah cara yang mudah membidik pemain, dan mengatakan hal-hal negatif," ujarnya.

Liga Primer memiliki BAME (Black, Asian, and Minority Ethnic). Sebuah badan yang dibentuk untuk menangani rasialisme dalam olahraga. Morgan mengaku didekati badan tersebut. Ia bakal ditugaskan sebagai salah satu komite penasihat BAME.

Morgan antusias menyambut tawaran yang datang. Morgan memiliki kesempatan melakukan tindakan nyata memerangi tindakan tidak terpuji itu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement