Kamis 24 Oct 2019 15:45 WIB

MU Tandang ke Partizan, Maguire Cemaskan Masalah Rasialisme

Markas klub berjuluk Parni Valjak dikenal mempunyai atmosfer yang mengintimdasi.

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Endro Yuwanto
Harry Maguire
Foto: EPA-EFE/PETER POWELL
Harry Maguire

REPUBLIKA.CO.ID, BEOGRAD -- Manchester United (MU) akan berkunjung ke markas tim asal Serbia, FK Partizan Beogard, pada lanjutan Grup L Liga Europa 2019 di Stadion Partizan, Belgrade, Kamis (24/10) malam WIB nanti. Jelang laga, bek tengah MU Harry Maguire berharap tak ada aksi rasialsime seperti ketika timnas Inggris berkunjung ke Bulgaria pada Kualifikasi Euro 2020.

"Jelas Sofia adalah atmosfer yang memuakkan, itu adalah sesuatu yang saya tidak ingin kembali merasakan," ujar Maguire dilansir Four Four Two, Kamis (24/10).

Berkunjung ke negeri Eropa Timur alias kawasan Balkan seakan membuat bek termahal MU tersebut trauma. Pasalnya, pada pertandingan antara Inggris melawan Bulgaria, para pendukung garis keras atau Neo-Nazi menyerukan nyanyian bernada rasialisme kepada beberapa pemain Tiga Singa.

Akibat persoalan tersebut, Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) telah melayangkan ancaman dengan memberi hukuman tanpa penonton selama 12 bulan masa percobaan kepada lembaga sepak bola tertinggi di Bulgaria.

 

Kini, tim asal Inggris bakal melakoni laga tandang ke salah satu tim terkuat di Serbia, FK Partizan Beograd. Sialnya, klub berjuluk Parni Valjak dikenal mempunyai atmosfer yang mengintimdasi. Berkaca dengan laga versus Bulgaria, Maguire berharap tifosi tuan rumah menghindari potensi-potensi yang menimbulkan kericuhan.

"Kami semua akan menantikan pertandingan nanti. Jika ada sesuatu yang tak beres, maka kami akan mengikuti protokol tiga langkah dan saya yakin semuanya akan membuat segalanya lebih baik untuk masa depan," sambung eks bek Leicester City.

Hal senada juga diucapkan pelatih MU Ole Gunnar Solskjaer. Ia menyatakan, pihaknya sangat mempercayai peraturan yang dikeluarkan UEFA.

"Saya yakin atmosfer di sana akan fantastis, kami akan mencoba dan membuat diam dengan memainkan sepak bola yang bagus. Seperti yang dikatakan Savo Milosevic, semoga ini adalah perayaan sepak bola," kata Solskjaer.

Sebelumnya, pelatih Partizan Savo Milosevic meminta para pendukungnya untuk tidak berlaku rasis ketika menjamu kesebelasan asal Negeri Ratu Elizabeth. Bahkan, ia menilai seharusnya para fan merasa bangga kesebelasannya kedatangan tim besar seperti MU.

Partizan untuk sementara berada di posisi teratas Grup L dengan perolehan angka empat dari dua laga yang telah dimainkan. Angka tersebut sama dengan milik the Red Devils di kursi kedua. Praktis, kemenangan nanti bakal menentukan tim mana yang jadi penguasa grup.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement