Senin 25 Nov 2019 00:05 WIB

Menpora Tutup Laga Piala Presiden Basket di Sritex Arena

Satria Muda keluar sebagai juara Piala Presiden.

Rep: Binti Sholikhah/ Red: Muhammad Hafil
Menteri Pemuda dan Olahraga Zainuddin Amali mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/11/2019).
Foto: Antara/Nova Wahyudi
Menteri Pemuda dan Olahraga Zainuddin Amali mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/11/2019).

REPUBLIKA.CO.ID,SOLO - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menutup laga Piala Presiden Bola Basket 2019 di GOR Sritex Arena, Solo, Ahad (24/11) malam. Laga tersebut dimenangkan oleh klub Satria Muda Pertamina yang mengalahkan Amartha Hang Tuah pada babak final sebelum upacara penutupan.

Sedangkan juara ketiga diraih oleh klub basket Pelita Jaya yang unggul dari Satya Wacana Salatiga. Dalam ajang tersebut, Juara I mendapat hadiah senilai Rp 150 juta. Kemudian, juara II memperoleh hadiah Rp 100 juta, juara III mendapat Rp 75 juta, dan juara IV mendapatkan Rp 50 juta. Panitia mengklaim hadiah tersebut menjadi yang terbesar untuk kejuaraan basket di Indonesia.

Baca Juga

Menpora Zainudin Amali berharap kejuaraan Piala Presiden Bola Basket selanjutnya menjadi lebih besar. "Hadiahnya juga lebih besar lagi. Selamat bagi yang sudah menang," ujar Menpora.

Sementara itu, Steering Committee Piala Presiden Bola Basket 2019, Maruarar Sirait, kalau olahraga di Indonesia mau maju harus lebih banyak turnamen sehingga pemain berlatih ada ujungnya berupa pertandingan. Perhelatan Piala Presiden Bola Basket 2019 digelar di Solo karena mempertimbangkan klub peserta tidak ada yang dari Solo serta ada Solo dianggap memiliki GOR yang representatif."Hadiah akan ditransfer maksimal hari Rabu (27/11).Kami ingin membangun kepercayaan. Bonus-bonus benar cepat, tak ada potongan," kata Maruarar kepada wartawan.

Pelatih Satria Muda, Milos Pejic, mengatakan kemenangan tersebut jadi modal berharga untuk mengikuti turnamen musim depan. Milos Pejic menilai, babak final menjadi laga yang menguras banyak energi para pemain. Terlebih, beberapa pemain Satria Muda yang diturunkan masih tergolong baru. "Kami kehabisan banyak energi menuju final," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement