Kamis 28 Nov 2019 09:12 WIB

Panitia SEA Games 2019 Abaikan Tawaran Soal Makanan Halal

Kebutuhan umat Islam yang jadi atlet dan ofisial diharapkan diakomodasi di Filipina.

Rep: Fitriyanto/ Red: Endro Yuwanto
Presiden Joko Widodo (tengah) berjalan bersama kontingen Indonesia saat pelepasan atlet untuk SEA Games 2019 di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (27/11/2019).
Foto: Akbar Nugroho Gumay/ANTARA FOTO
Presiden Joko Widodo (tengah) berjalan bersama kontingen Indonesia saat pelepasan atlet untuk SEA Games 2019 di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (27/11/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, DAVAO CITY -- Penyelenggara SEA Games 2019 selalu mengabaikan peringatan berulang kali Komisi Nasional Muslim Filipina (MCMF) agar memastikan delegasi negara yang mayoritas Islam dilayani dengan makanan Halal. Hal ini akhirnya menimbulkan gelombang protes dari sejumlah negara peserta, seperti Singapura dan Indonesia.

Direktur Urusan Luar Negeri NCMF Dimapuno Alonto Datu Ramos Jr mengatakan, badan tersebut secara khusus memperingatkan penyelenggara SEA Games 2019 bahwa menyajikan makanan non-halal akan menimbulkan masalah.

"Saya telah memperingatkan mereka tentang skenario ini, makanan halal selama pertemuan antarlembaga untuk SEA Games 2019 pada bulan September dan menawarkan bantuan dari NCMF. Namun saran dari kami diabaikan," kata Datu Ramos dikutip dari Rappler.com, Rabu (27/11).

Pernyataan Datu Ramos muncul setelah adanya laporan bahwa para atlet disuguhi panganan kikiam, yang merupakan makanan non-halal, dan makanan lain yang biasanya dihindari Muslim.

Chef de mission Singapura, Juliana Seow menulis surat kepada Panitia Penyelenggara Olimpiade Asia Tenggara Filipina (PHISGOC), yang dipimpin oleh Ketua DPR Alan Peter Cayetano pada hari Senin (24/11) untuk mengatasi situasi tersebut. Singapura adalah salah satu negara yang menurunkan atlet Muslim ke pertandingan regional dua tahunan. Negara lainnya adalah Brunei, Malaysia, dan Indonesia.

Seow mengatakan, kontingen Singapura terpaksa memesan makanan sendiri. "Kami telah mencoba yang terbaik untuk bersabar dan pengertian. Sebanyak kami telah mencoba untuk menyelesaikan situasi sendiri maupun dengan olahraga kami dan Anda, situasi ini tidak dapat berlanjut lebih jauh karena atlet kami sangat terpengaruh dan tidak dapat mempersiapkan diri untuk permainan secara efektif,” jelasnya.

Datu Ramos mengatakan, selain makanan halal, ia juga menyarankan selama perhelatan SEA Games 2019 berlangsung harus ada penanda kiblat (penanda yang menunjukkan arah Kabah di Makkah), area wudhu, ruang shalat terpisah, dan lain-lain, untuk memenuhi kebutuhan umat Islam yang menjadi atlet dan ofisial dalam perhelatan olahraga terbesar di Asia Tenggara ini.

"Tapi jawaban mereka selalu sama. Mereka melakukannya pada awalnya, tapi kemudian NCMF yang selalu menindaklanjuti dan menawarkan bantuan," kata Datu Ramos.

Meskipun SEA Games edisi ke-30 yang diselenggarakan oleh Filipina akan secara resmi diluncurkan dengan upacara pembukaan pada hari Sabtu (30/11), beberapa cabang olahraga telah dimainkan sebelum acara pembukaan. Termasuk cabang olahraga polo dan sepak bola. Adapun para atlet sudah mulai berdatangan sejak Ahad (24/11) lalu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement