REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Laga antara Persib Bandung kontra Bali United mengalami perubahan jam kick off. Demi kepentingan host broadcast, laga yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Kamis (28/11), berlangsung pada 21.45 WITA.
Pelatih Persib, Robert Rene Alberts mengakui jam tersebut sudah masuk waktu tidur. Bukan hanya jam tidur penonton, tapi juga untuk timnya.
"Bagi saya, ini waktunya berada di tempat tidur karena ini kick off yang sangatlah terlambat. Menurut pengalaman saya, mungkin orang-orang tidak tahu, ada yang namanya waktu biologis manusia untuk beraktivitas," kata Robert, Rabu (27/11).
Sebagai informasi, laga pekan 29 kompetisi Liga 1 2019 hanya berlangsung dua hari. Setiap harinya ada empat pertandingan. Untuk pertandingan Kamis (28/11) ada tiga pertandingan yang disiarkan secara langsung dan beruntun.
Robert mengakui pada dasarnya waktu malam hari dilakukan untuk pemulihan. Persoalan jam tidur ini pun bukan hanya menganggu pemain, tapi juga seluruh perangkat pertandingan lainnya. "Kebijakan kick off 21.45 WITA menyita banyak hal bagi pemain, bahkan bukan hanya pemain tapi perangkat pertandingan, semua staf, Jadi saya rasa ini waktu kick-off yang sulit dan saya berharap ke depannya tidak terjadi lagi," katanya.
Robert juga menyoroti kenyamanan para suporter yang hadir di stadion. Waktu kick-off malam hari bisa membuat penonton pulang tengah malam. Padahal pertandingan berlangsung di hari kerja. "Karena ini tidak bagus bahkan untuk suporter karena mereka juga harus bekerja keesokan harinya, pemain juga baru akan tiba kembali di hotel pada pukul 1 dini hari, mereka masih harus makan. Jadi akan ada banyak hal yang berbeda dari ritme tim biasanya," jelasnya.
Tim Persib berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi. Hal serupa pun diakui oleh sang kapten, Supardi Nasir. Supardi mengakui kurang setuju dengan waktu kick-off yang terlalu malam. "Tentu, kami tidak inginkan jadwal seperti itu. Tapi entah mengapa ini bisa terjadi dan sebagai pemain kami harus mempersiapkan diri," kata Supardi.
Sebelumnya, Persib memang pernah bermain malam hari saat bulan Ramadhan. Namun ritme tersebut tentu berbeda dari bulan lainnya. Apalagi jadwal padat di akhir kompetisi ini membuat tim harus terus berada dalam kondisi yang fit. "Secara pribadi tidak setuju sebenarnya kalau terlalu malam. Tapi mudah-mudahan ke depannya tidak akan terjadi lagi. Cukup satu kali ini saja," tegas Supardi.