REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Carlo Ancelotti punya pandangan soal formasi terbaik bagi klub barunya, Everton. Ia tetap memakai formasi klasik 4-4-2 karena dianggap sebagai sistem pertahanan terbaik.
Formasi itu kerap digunakan Ancelotti sepanjang karir kepelatihannya. Ia pun menggunakan strategi yang sama setelah menggantikan Marco Silva di Everton. “Menurut saya 4-4-2 adalah sistem terbaik untuk bertahan," kata Ancelotti dilansir dari theliverpoolecho pada Rabu, (1/1).
Ancelotti menyebut formasi 4-4-2 juga fleksibel untuk diubah sesuai kondisi di lapangan. Demi menyesesuaikan dengan formasi itu, Ancelotti telah menjabarkannya pada para pemain.
"Secara ofensif formasi itu bisa berubah, dengan dua penyerang atau lebih, jadi kamu mungkin tidak mengenali sistem ofensifnya. Bertahan jelas sudah pasti kuat," ujar mantan pelatih AC Milan itu.
"Ada banyak formasi yang bisa digunakan, tetapi Anda dapat menutupi lebih banyak ruang di lapangan dan menekan maju dengan 4-4-2," tambah Ancelotti.
Pria berusia 60 tahun itu mengaku secara bertahap mulai memahami karakter anak asuhnya. Hak itu diperlukan demi kebutuhan strategi. "Beberapa pemain yang saya kenal - Dominic Calvert-Lewin dan Richarlison, tetapi yang lain saya belum begitu kenal," ucapnya.
Ia merasa masih perlu waktu lebih lama untuk mengetahui kekuatan dan kelebihan pemainnya."Dengan teknologi itu Anda bisa melihat semua pemain di dunia, tetapi yang tidak Anda ketahui adalah karakter pemain. Karakter adalah salah satu bagian terpenting dari keterampilan para pemain," tuturnya.
"Ini bukan hanya teknis. Beberapa pemain dengan keterampilan teknis perlu memiliki karakter atau kepribadian untuk mendukung formasi," tambahnya.
Ancelotti berencana menambah waktu kebersamaan dengan skuadnya agar lebih saling mengenal. "Berkumpul membantu saya mengenal lebih baik pemain, tidak secara teknis, tetapi sebagai karakter," sebutnya.