Jumat 10 Jan 2020 14:23 WIB

Mantan Pemain MU: Solskjaer Ingin Lakukan yang Terbaik

Manajemen, pemain, dan fan diminta sabar menanti hasil proses yang dikerjakan Ole.

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Endro Yuwanto
Darren Fletcher
Foto: AP/Phil Noble
Darren Fletcher

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Mantan pemain Manchester United (MU) Darren Fletcher tetap menaruh harapan pada Ole Gunnar Solskjaer. Meski dihantui kritik, menurutnya, Solskjaer melakukan yang terbaik sebagai pelatih skuat Iblis Merah.

Fletcher menyebut Solskjaer melakukan yang terbaik untuk MU dalam jangka panjang dan akan membuat Iblis Merah kembali ke puncak jika diberi waktu. Solskjaer kembali dikritik menyusul kekalahan 1-3 dari Manchester City di Old Trafford dalam semifinal Piala Carabao pada Selasa (7/1) malam.

Baca Juga

"Solskjaer bisa saja egois dan mendapatkan pemain untuk perbaikan cepat, tapi dia ingin melakukan yang terbaik untuk jangka panjang di MU dan dia melakukan itu dengan cara yang sulit. Dia harus dihormati untuk itu. Dia tahu apa yang harus dilakukan," kata Fletcher dilansir dari Talk Sports pada Jumat (10/1).

Fletcher mengimbau manajemen, pemain, dan fan MU bersabar menantikan hasil dari proses yang dikerjakan Solskjaer. Selama waktu itu, ia mengakui MU harus menderita rasa sakitnya kekalahan dahulu.

"Mungkin perlu sedikit rasa sakit, tapi saya percaya bahwa jika kami tetap dengan prosesnya, kami akan melihat kembali pada periode ini dan merefleksikan keputusan itu nantinya," ujar Fletcher.

Solskjaer dipersulit musim ini oleh sejumlah cedera yang mengoyak skuatnya yang sudah tipis menjadi compang-camping. Banyak yang percaya absennya Paul Pogba menyulitkan perjuangan MU.

Fletcher berpendapat kurangnya kreativitas karena cedera Pogba adalah alasan mengapa tim Solskjaer tidak dapat menghancurkan lawan-lawannya.

"Kami adalah tim serangan balik yang hebat, tetapi Ole ingin kami juga bagus dalam penguasaan bola. Tapi kami kehilangan pemain paling kreatif musim ini, Paul Pogba," jelas Fletcher. “Jadi sekarang aset terbesar mereka adalah serangan balik karena mereka tidak memiliki pemain yang mampu menghancurkan lawan, ini adalah masa yang sulit bagi Solskjaer."

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement