Selasa 21 Jan 2020 01:17 WIB

Demi Uang, UEFA Ingin Tambah Pertandingan di Liga Champions

Pertandingan tambahan dikabarkan dilakukan di fase grup.

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Endro Yuwanto
Presiden UEFA Aleksander Ceferin
Foto: EPA/MARTIAL TREZZINI
Presiden UEFA Aleksander Ceferin

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) dan Asosiasi Klub Sepak Bola Eropa (ECA) dikabarkan akan menyetujui ekspansi Liga Champions untuk musim 2024/2025. Rencananya, ekspansi ini membuat tiap klub memainkan hingga 17 pertandingan per musim dibanding saat ini yang hanya 13 pertandingan.

Kedua otoritas sepak bola itu baru saja menggelar rapat di Paris, Prancis, mengenai hal tersebut seperti dikabarkan dari the Times, Senin (20/1). ECA membawahi 232 klub profesional di Eropa.

Pertandingan tambahan dikabarkan dilakukan di fase grup. Ada usulan mengenalkan kembali fase grup tahap kedua yang pernah digunakan pada 1999-2003. Opsi kedua menambah tim di tiap grup. Rencana penambahan pertandingan ini dilakukan UEFA dan ECA demi meraup keuntungan dari hak siar.

Kabar penambahan pertandingan ini mengkhawatirkan klub Liga Primer Inggris. Sebab klub Inggris juga harus berkompetisi di kancah domestik.

Adapun sebagian klub lainnya justru menuntut perubahan format Liga Champions. Salah satu tuntutan pada 2018 bahwa klub top Eropa sebaiknya bermain tiap musim tanpa perlu babak kualifikasi. UEFA tak menyetujui tuntutan ini.

Presiden UEFA Aleksander Čeferin berkomitmen menjalankan kebijakan ini dengan menggandeng klub-klub di Eropa. "Kami akan bekerja berdampingan dengan partner kami seperti ECA untuk merancang kompetisi di masa depan, tentu demi menjaga intensitas dan daya tarik. Ini akan membawa dimensi baru pada sepak bola Eropa," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement