Kamis 27 Feb 2020 16:44 WIB

Kehadiran Ronaldo Belum Bisa Buat Juventus Garang di Eropa

Jika Ronaldo tak mampu, tak ada lagi pesepak bola yang bisa bawa trofi LC ke Juve.

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Endro Yuwanto
Penggemar Cristiano Ronaldo menyerbu ke lapangan pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions antara Lyon dan Juventus di Lyon, Prancis, Kamis (27/2).
Foto: Laurent Cipriani/AP
Penggemar Cristiano Ronaldo menyerbu ke lapangan pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions antara Lyon dan Juventus di Lyon, Prancis, Kamis (27/2).

REPUBLIKA.CO.ID, TURIN -- Kedatangan Cristiano Ronaldo ke Juventus sempat disambut meriah. Sang bintang dianggap mampu mendatangkan berbagai trofi ke pelukan Si Nyonya Tua.

Namun harapan tinggal harapan seiring performa buruk Juve dalam beberapa pertandingan terakhir. Dilansir dari BBC pada Kamis (27/2), performa buruk anak asuhan Maurizio Sarri terjadi di babak 16 besar Liga Champions (LC) pada Kamis dini hari WIB. Juve ditekuk 0-1 oleh Lyon. Kekalahan ini membuat Juve harus berjuang lebih keras ketika menjamu Lyon, Maret nanti.

Baca Juga

Jagad media sosial diramaikan oleh keluhan fan Juve. Para fan menuding pertandingan kontra Lyon sangat mengecewakan. Juve seolah main belepotan tanpa arah, termasuk Ronaldo. Lebih parahnya lagi, tak ada satu pun shot on target yang berhasil diarahkan ke gawang Lyon.

Ronaldo mau tak mau jadi sasaran kritik. Semenjak tiba di Juve pada Juli 2018, Ronaldo diharapkan mengakhiri paceklik gelar Eropa selama 24 tahun. Jika buruknya penampilan Juve bertahan, jangan harap kejayaan di kancah Eropa akan kembali.

Ronaldo sebenarnya punya catatan baik jelang menjamu Lyon. Kapten timnas Portugal itu punya rekor menjebol gawang lawan dalam 11 laga terakhir. Tapi pertahanan Lyon mampu membuat sang peraih lima Ballon d'Or (gelar pemain terbaik dunia) tak berdaya.

Warganet berkelakar jika Ronaldo saja tak mampu membawa Juve ke final Liga Champions, maka tidak ada lagi pesepak bola yang bisa melakukannya. Jadi apa sesungguhnya masalah Juve? Lini tengah tak kreatif, sang pelatihnya sendiri, atau kombinasi semuanya?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement