REPUBLIKA.CO.ID, BELFAST -- Dewan Asosiasi Sepakbola Internasional (IFAB) baru saja mengadakan Pertemuan Umum Tahunan Edisi ke-134. Dalam kegiatan yang berlangsung di Belfast, Irlandia Utara itu, IFAB memutuskan sejumlah hal.
Salah satunya perihal offside dalam sebuah pertandingan. IFAB berencana meninjau aturan ini secara detail.
"Namun mereka berkeinginan agar banyak mengumpulkan data dan melakukan investigasi sebelum mengusulkan setiap kemungkinan perubahan peraturan," demikian laporan yang dikutip dari Marca, Senin (2/3).
⚽️ Find out more about the #LawsOfTheGame 2020/21 and other decisions taken by The IFAB!
— The IFAB (@TheIFAB) March 1, 2020
🎥 PRESS CONFERENCE footage: https://t.co/CQMwoiYtK1
Mark Bullingham (@FA)
Jonathan Ford (@FAWales)
Patrick Nelson (@OfficialIrishFA)
Gianni Infantino (@FIFAcom)
Ian Maxwell (@ScottishFA) pic.twitter.com/hHPy0ExAqB
Apabila ada perubahan, IFAB memilih menerapkan secara bertahap. Tentu saja lewat proses sosialisasi masif. Kemudian diujicobakan di satu dua ajang terlebih dahulu. "Tes akan dilakukan pada Olimpiade 2020 dan kompetisi lainnya," tambah laporan dari Marca.
IFAB akan berkonsultasi dengan semua pihak terkait. Pada intinya, aturan ini lebih mendukung para pemain yang melakukan penyerangan.
Selain soal offside, IFAB juga memantau adanya pelecehan para pengadil selama pertandingan. Tentu saja fakta yang diperoleh bisa menjadi pertimbangan dalam membuat kebijakann atau aturan.
IFAB juga membahas pemakaian VAR sejauh ini. Kemudian penggunaan anggaran, dan penentuan handball yang masih abu-abu.