REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komite Olimpiade Indonesia atau National Olympic Comitee (NOC) menggelar rapat anggota tahunan untuk membahas berbagai program kerja dan isu-isu terkini di Jakarta, Senin (2/3). Gelaran Olimpiade Tokyo 2020 dan pencalonan Indonesia menjadi tuan rumah ajang serupa pada 2032 menjadi isu utama rapat tersebut.
Rapat dibagi menjadi dua sesi sidang. Pada sesi pertama, pengurus NOC akan menjabarkan laporan kegiatan dan keuangan bulan Oktober-Desember 2019 yang meliputi ajang SEA Games 2019 di Filipina.
Kemudian di sesi kedua, NOC akan menjelaskan program kerja dan anggaran tahun 2020 dengan agenda besar Olimpiade Tokyo dan Asian Beach Games China, serta persiapan pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah Olimpiade 2032.
Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari mengatakan, rapat tahunan anggota merupakan agenda rutin yang harus digelar NOC mengingat banyaknya agenda olahraga tingkat dunia di setiap tahun.
"Kami ingin memaksimalkan fungsi rapat anggota ini utk mengubah dan memperbaiki peran dari keluarga NOC sendiri," kata Okto dalam pidatonya.
Ia menyampaikan, rapat anggota NOC menitikberatkan fokus pada persiapan kontingen Indonesia di Olimpiade Tokyo sembari mempromosikan diri sebagai tuan rumah olimpiade 12 tahun mendatang.
Okto menyebut, Komite Olimpiade Internasional (IOC) secara lisan sudah merestui pencalonan Indonesia menjadi salah satu kanditat ketika NOC Indonesia bertandang ke markas IOC di Swiss.
"Mudah-mudahan ini pertanda baik Indonesia bisa menjadi tuan rumah 2032. Olimpiade tokyo 2020 menjadi ajang terbesar kita mempromosikan indonesia sebagai tuan rumah. Saatnya indonesia menjemput bola, kami tidak hanya ingin lolos tapi juga menang," ujar dia.
Dalam rapat ini, hadir pula berbagai perwakilan federasi olahraga nasional. Dalam kesempatan yang sama, NOC Indonesia memberikan sertifikat penghargaan pada cabang olahraga yang berhasil meraih medali emas di ajang internasional.