REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum National Olympic Comitee (NOC) atau Komite Olimpiade Indonesia, Raja Sapta Oktohari menyatakan akan menunggu keputusan resmi dari NOC Jepang dan Komite Olimpiade Internasinal (IOC) terkait dampak virus corona terhadap Olimpiade Tokyo 2020, Juli mendatang.
"Hingga saaat ini, belum ada pemberitahuan resmi dari IOC yang menjadi rujukan utama kita terkait corona. Sepemahaman kami, mereka masih wait and see sampai Mei," katanya saat ditemui di Jakarta, Senin (2/3).
Pihaknya terus menjalin komunikasi dengan penyelenggara olimpiade untuk terus memberikan informasi terbaru terkait dampak virus corona di Jepang. Ia menyatakan, tidak ingin berpspekulasi sebelum ada pernyataan resmi dari pihak yang berkompeten terkait hal ini.
"Katanya, ini katanya lho ya, virus ini tidak bisa berkembang di musim panas. Olimpiade bulan Juli, kita tunggu arahan dari Kementerian Kesehatan yang lebih ahli," ujarnya.
Sebagai negara sahabat, Okto menegaskan Indonesia siap membantu kesuksesan penyelenggaraan Olimpiade Tokyo. Saat ditanya bantuan yang bisa dilakukan Indonesia, Okto mengatakan pihaknya bisa mendukung kampanye olimpiade di dalam negeri.
"Tentunya menjadi tanggung jawab kita juga untuk mengampanyekan olimpiade tokyo 2020. Kita punya pengalaman jadi tuan rumah itu gak gampang, tibatiba di ujung mau dibatalkan, suasana kebatinan Tokyo itu bisa dirasakan. Ketika semua orang buang muka, tapi kita mengulurkan bantuan untuk memberikan support," ucapnya.