Kamis 19 Mar 2020 14:41 WIB

Lima Hari Isolasi Mandiri,Tim All England 2020 Mulai Latihan

Tim All England mulai berlatih di enam lapangan pelatnas.

Rep: Fitriyanto/ Red: Agung Sasongko
Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia Praveen Jordan dan Melati Daeva Oktavianti meluapkan kegembiraannya seusai memenangi laga final ganda campuran All England melawan pebulu tangkis Thailand Dechapol Puavaranukroh dan Sapsiree Taerattanachai di Arena Birmingham, Inggris, Ahad (15/3/2020).(Antara via Reuters/Andrew Boyers)
Foto: Antara via Reuters/Andrew Boyers
Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia Praveen Jordan dan Melati Daeva Oktavianti meluapkan kegembiraannya seusai memenangi laga final ganda campuran All England melawan pebulu tangkis Thailand Dechapol Puavaranukroh dan Sapsiree Taerattanachai di Arena Birmingham, Inggris, Ahad (15/3/2020).(Antara via Reuters/Andrew Boyers)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lima Hari sudah tim All England 2020 melakukan isolasi mandiri di Pelatnas Cipayung. Kini Mereka sudah ada yang mulai latihan.  Kelompok pertama menjalani isolasi sejak Ahad (15/3) malam. Sedangkan kelompok kedua mulai isolasi pada Selasa (17/3) malam. 

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti mengatakan bahwa mulai hari ini tim sudah ada yang latihan di lapangan terpisah. Mulai tanggal 19 Maret 2020, tim All England berlatih di enam lapangan di pelatnas. Jam latihan telah diatur masing-masing pelatih tiap sektor. 

"Atlet yang pulang dari All England latihannya terpisah dari atlet yang lain, lapangan yang dipakai juga terpisah. Begitu pula dengan pemakaian gym, akan diatur dan tetap dikontrol dokter dan bagian logistik. Akan lebih diperhatikan kebersihannya, alat-alat yang habis dipakai juga akan disemprot disinfektan," komentar Susy yang juga tengah menjalani isolasi mandiri sepulangnya dari Birmingham, Inggris. 

Susy juga memberikan update terkini seputar kondisi atlet yang telah beberapa hari menjalani isolasi mandiri. Tim dokter rutin meninjau atlet ke asrama tempat mereka diisolasi untuk mengecek suhu tubuh dan kondisi atlet serta tim ofisial yang baru kembali dari Birmingham. 

"Sampai hari ini hasil laporan dari tim dokter semua dalam kondisi baik. Pokoknya semua tak lepas dari pantauan dokter," ujar Susy, dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Kamis (19/3). 

Susy juga berharap semua atlet bisa tetap menjaga kesehatan dan kondisi di tengah kondisi seperti ini. Saat ini lebih dari 15 turnamen internasional bahkan nasional sudah dibatalkan akibat wabah Covid-19. Susy memandang bahwa kondisi tanpa turnamen ini tidak mempengaruhi atlet. 

"Harusnya tidak terpengaruh ya, karena jadinya kan cuma tidak ada pertandingan, karena situasi yang kurang kondusif. Keselamatan dan kesehatan lebih diutamakan. Saya sendiri memang belum pernah mengalami masa seperti ini. Zaman saya dulu beda lagi situasinya, pernah mau ikut turnamen di saat Perang Teluk, jadi kalau mau berangkat tanding harus muter-muter cari rute tidak boleh melewati Timur Tengah," cerita Susy. 

Saat ini tim All England tidak hanya dipantau oleh dokter tapi juga ahli gizi. Asupan makanan dan vitamin atlet betul-betul dijaga. Tak hanya atlet, seluruh tim ofisial yang kembali dari All England termasuk pelatih, fisioterapis hingga ahli pijat juga mendapatkan perhatian khusus dalam hal pantauan medis dan nutrisi selama masa isolasi mandiri. 

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi