Selasa 14 Apr 2020 17:24 WIB

Bantu Korban Corona, Raket Kevin Sanjaya Terjual Rp 40 Juta

Pembeli raket milik Kevin adalah selebriti papan atas Indonesia Raffi Ahmad.

Rep: Fitrianto/ Red: Muhammad Akbar
Pasangan ganda putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo memasuki arena jelang laga semifinal putra All England di Arena Birmingham, Inggris, Sabtu (14/3).
Foto: Action Images via Reuters/Andrew Boyers
Pasangan ganda putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo memasuki arena jelang laga semifinal putra All England di Arena Birmingham, Inggris, Sabtu (14/3).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Sejumlah atlet Indonesia tidak mau ketinggalan dengan atlet di luar negeri yang ikut membantu dalam memerangi virus Corona. Kali ini giliran Pebulu tangkis Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo melakukan kegiatan mulia dengan melakukan lelang perlengkapan olahraga seperti aket, jersey dan sepatu.

Dalam lelang yang dilakukan Kevin di Instagram miliknya pada Senin (13/4), raket Kevin Sanjaya terjual Rp 40 juta. Pembeli raket miliknya adalah selebriti papan atas Indonesia Raffi Ahmad. Dana hasil lelang akan disumbangkan bagi masyarakat korban wabah virus Corona.

Selain Raket yang terjual fantastis sebesar 40 juta rupiah, jersey atau kaos Kevin laku Rp 21 juta dan sepatu Kevin terjual seharga Rp 8 juta.

"Senangnya itu bisa bantu mereka yang lagi butuh, semoga hasil lelang ini bermanfaat di saat seperti ini," kata Kevin dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Selasa (14/4).

Barang-barang yang dilelang Kevin merupakan barang-barang yang punya makna besar untuknya. Jersey yang dilelang ini merupakan jersey yang dipakainya saat menjuarai empat turnamen level bergengsi di tahun 2019 yaitu China Open Super 1000, Denmark Open Super 750, French Open Super 750 serta Fuzhou China Open Super 750.

Raket yang dilelang pun ternyata punya memori tersendiri. Ini merupakan raket yang mengantarkannya menuju gelar All England pertamanya pada tahun 2017.

Sebagai atlet, Kevin juga terkena dampak wabah Corona dengan batalnya seluruh turnamen selama kurang lebih lima bulan lamanya, termasuk turnamen puncak Olimpiade Tokyo 2020 yang bergeser penyelenggaraannya menjadi tahun depan.

"Kalau demi kebaikan bersama ya saya tidak ada masalah sih olimpiade ditunda," kata pemain asal klub PB Djarum ini.

"Soal performa kan dari beberapa tahun kemarin ya begini-begini aja, kalau memang rezeki tidak akan kemana kok. Dibilang lagi di peak performance, kan di kejuaraan dunia belum juara," pungkasnya.

Kevin yang bersama Marcus kini menduduki peringkat satu dunia, akan memanfaatkan waktu yang ada untuk memoles penampilan mereka.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement