Jumat 15 May 2020 10:08 WIB

Renovasi Venue Piala Dunia U-21 di Yogyakarta Ditunda

Kita sudah tugaskan kepada Dinas Dikpora supaya kordinasi dengan PSSI

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Muhammad Akbar
Foto aerial Stadion Mandala Krida di Baciro, DI Yogyakarta, Kamis (30/1/2020).
Foto: Antara/Hendra Nurdiyansyah
Foto aerial Stadion Mandala Krida di Baciro, DI Yogyakarta, Kamis (30/1/2020).

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Perbaikan fasilitas yang dilakukan di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta dihentikan. Stadion ini sebelumnya direncanakan sebagai salah satu venue dari ajang Piala Dunia U-21 pada 2021.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, pihaknya masih berkoordinasi dengan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Sehingga, nantinya dapat dibicarakan lebih lanjut dengan Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) terkait hal tersebut.

"Kita sudah tugaskan kepada Dinas Dikpora supaya kordinasi dengan PSSI yang ada di Yogya maupun pusat untuk berembug bersama FIFA. Pelaksanaan Piala Dunia U-21 itu bagian dari kesepakatan bersama, maka keputusan untuk iya atau batal itu harus jadi kesepakatan bersama," kata Aji di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (14/5).

Aji menyebut ada beberapa alasan yang menyebabkan perbaikan stadion dihentikan. Tentunya terkait dengan dana yang digunakan untuk perbaikan stadion tersebut, dialihkan untuk penanganan penyebaran Covid-19 di DIY.

"Terkait dengan kebutuhan DIY terhadap sejumlah dana yang harus dipergunakan untuk penanganan Covid, baik itu dalam bentuk kesehatan, bantuan sosial maupun pemulihan ekonomi itu sangat membutuhkan sejumlah dana," ujarnya.

Terlebih, kasus di Covid-19 di DIY terus menunjukkan tren meningkat yang kasus positif pada 14 Mei 2020 sudah mencapai angka 185 kasus. Bahkan, sudah ada transmisi lokal dan ada saat ini juga sudah ada empat klaster besar penularan Covid-19 di DIY.

"Untuk membangun (perbaikan stadion) itu tentu juga harus ada pengarahan tenaga yang menjaga social atau physical distancing dan itu tidak mudah. Dari sisi kesehatan, apakah kondisi pelaksana piala dunia itu akan terlaksana atau tidak," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement