Ahad 17 May 2020 20:12 WIB

Dari Alat Pelacak Hingga Suasana Aneh Warnai Bundesliga

Bundesliga digelar secara tertutup di tengah pandemi corona.

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Andri Saubani
epaselect epa08425959 Dortmund
Foto: EPA-EFE/MARTIN MEISSNER
epaselect epa08425959 Dortmund

REPUBLIKA.CO.ID, FRANKFURT -- Pencinta sepak bola, pekan ini tertuju pada Jerman ketika Bundesliga menjadi liga top Eropa pertama yang melanjutkan musim 2019/2020 di tengah pandemi corona. Digelar secara tertutup, protokol kesehatan diberlakukan untuk memastikan tak ada penyebaran corona selama kompetisi berlangsung.

Ini tentu membuat perasaan aneh karena biasanya stadion penuh dengan teriakan fan dan antrian biasanya berlangsung sebelum kickoff. Tapi kali ini berbeda, semua keriuhan itu tak ada. Sunyi dan senyap. Orang-orang yang terlibat dalan pertandingan benar-benar mematuhi protokol kesehatan.

Baca Juga

Pengamat sepakbola Jerman, Constantin Eckner yang turut menyaksikan kekalahan 1-3 Eintracht Frankfurt dari Borussia Monchengladbach menulis catatannya. Ia menulis protokol ketat benar-benar dilakukan secara ketat.

Alat pelacak transponder yang wajib dikenakan oleh beberapa orang adalah salah satu protokol ketat yang dilakukan. Menurut Eckner, Eintracht Frankfurt menguji alat tersebut kepada sekitar 30 orang agar memakainya. Alat tersebut untuk melacak pergerakan orang dan akan diingatkan ketika jarak mereka berdekatan agar menjaga jarak.

Eckner menggambarkan suasana di stadion sangat aneh karena tak seperti biasanya. Suara pantulan bola di stadion kosong, pluit wasit dan teriakan akan akrab di telingan orang di dalam stadion. Pasalnya, tak lebih 320 orang saja yang diperbolehkan berada di stadion yang terdiri dari pemain, staf, pejabat klub, jurnalis, penyiar dan personil keamanan.  

Wartawan sendiri hanya memiliki akses pergi ke bagian dua tribun. Selain itu, orang-orang tersebut juga harus tiba di stadion dua jam sebelum pertandingan jika biasanya hanya 90 menit sebelum laga.

“Suasananya ditegakkan, dengan semua orang menjaga mulut mereka di balik masker dan mematuhi aturan jarak fisik. Tidak ada obrolan dengan penggemar atau bercanda dengan petugas keamanan. Sebaliknya, semua orang yang ingin memasuki stadion bertindak serius, menyadari betapa tidak nyata situasinya,” kata Eckner dilansir dari BBC, Ahad (17/5).

Di pintu masuk petugas keamanan sudah bersiap memeriksa akreditasi semua orang. Namun yang paling penting adalah pertanyaan di formulis yang menanyakan tentang kesehatan untuk memastikan tak ada gelaja corona.

Selain itu, musik terus terdengar dari pengeras suara stadion untuk meramaikan suasana. Dia stadion Frankfurt, lagu Ghostbusters diputar sebelum kickoff. Kedua tim tampak berusaha mengikuti protokol kesehatan baik saat pemanasan maupun ketika pertandingan. Namun, Eckner tak yakin asisten pelatih dan pemain cadangan akan menjalankan selama pemanasan.

Eckner melihat pemain Moenchengladbach tak benar-benar mengikuti aturan. Mereka suda berganti pakaian dari hotel bukan di ruang ganti. Dan mereka menggunakan sepatu bot sebelum pergi ke lapangan.

Namun protokol kesehatan itu, kata Eckner, tampaknya tak berlaku ketika pertandingan berlangsung. Para pemain tak segan adu fisik tanpa memikirkan jarak. Eckner menyebut suasana tampak menakutkan pertandingan dengan protokol ketat dan sepi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement