REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Klub sepak bola top Korea Selatan, FC Seoul terancam sanksi displin karena mengisi kursi kosong dengan boneka seks. K-liga mengatakan komite disiplinnya akan meninjau apakah penggunaan boneka itu melanggar aturan liga dalam mempromosikan materi cabul.
FC Seoul terancam sanksi pengurangan lima poin, atau denda lebih dari lima juta won (US $ 4.066) jika terbukti melakukan pelanggaran. FC Seoul - yang mengalahkan Gwangju FC 1-0 dalam pertandingan itu sudah meminta maaf. Namun, FC Seoul berkeras boneka manekin itu tidak memiliki hubungan dengan mainan seks.
Distributor manekin mengakukan penawaran kepada K-league untuk menyediakan produknya untuk mengisi stan kosong secara gratis, dan diperkenalkan ke FC Seoul.
Klub sedang mempertimbangkan tindakan hukum terhadap penyedia manekin, menurut laporan berita Korea, tetapi terlepas dari apa motifnya, aksi tersebut telah menjadi berita utama di seluruh dunia.
Musim baru K-league dimulai secara tertutup pada 8 Mei setelah ditunda lebih dari dua bulan karena pandemi virus corona. Klub-klub telah menggunakan potongan karton, plakat, dan spanduk untuk mengisi stan.