Selasa 02 Jun 2020 14:27 WIB

Perasaan Campur Aduk Lorenzo tanpa Wildcard di MotoGP

Jorge Lorenzo mengaku kecewa atas keputusan itu, tetapi ia memahami kondisi tersebut.

Rep: Hartifiany Praisra/ Red: Endro Yuwanto
Jorge Lorenzo
Foto: EPA-EFE
Jorge Lorenzo

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Perasaan Jorge Lorenzo campur aduk setelah kesempatannya untuk kembali ke jalur MotoGP pada musim 2020 gagal terwujud dari wildcard. Lorenzo memang sudah pensiun sejak November tahun lalu. Ia pun kembali ke Yamaha sebagai pembalap penguji.

Lorenzo debut dalam tes jalur di Sepang. Ia pun bisa kembali dengan menggunakan wildcard saat seri Katalunya.

Sayangnya, akibat pandemi virus corona, Komisi Grand Prix memutuskan untuk membatalkan seluruh penggunaan wildcard sebagai pemotongan beban biaya serta pembatasan peserta karena ajang dilakukan secara tertutup.

"Tentu itu adalah situasi yang sangat tidak terduga bagi semua orang dan virus corona mungkin akan mengambil alih di sepanjang tahun," kata Lorenzo dilansir dari laman Crash, Selasa (2/6). "Tapi inilah yang terjadi saat ini dan mereka memutuskan pemegang wildcard tidak bisa berpartisipasi."

Lorenzo mengaku kecewa atas keputusan tersebut. Apalagi, ia tidak bisa menutup keinginannya untuk kembali ke jalur balapan. Namun ia mengerti situasi ini menyebabkan banyak perbedaan.

"Jadi saya tidak berpikir itu ide yang bagus untuk pergi saat akhir pekan dan mencoba memakai wildcard. Saya tidak berpikir itu mungkin akan jadi kompetitif. Saya sedih karena saya ingin melakukan dengan cara benar, membuat pengujian, dan merasa nyaman dengan motor kemudian bersaing, tapi mungkin lebih baik seperti ini," kata Lorenzo.

Sementara itu, belum ada seri MotoGP yang akan berlangsung dalam waktu dekat. Sehingga, Lorenzo belum tahu kapan kembali ke jalur untuk menguji beberapa motor Yamaha. "Untuk saat ini, saya harus mengerti kapan tes berikutnya akan dilakukan. Yamaha saya pikir mencoba belajar sedikit kapan dan di trek mana nantinya," katanya.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement