Sabtu 06 Jun 2020 11:50 WIB

Mohamed Salah Pernah Menangis Gara-gara Jarang Cetak Gol

Perjalanan Salah berubah ketika klub asal Swiss, FC Basel membelinya.

Rep: Muhammad Ikhwanuddin/ Red: Gilang Akbar Prambadi
Reaksi Mohamed Salah pada akhir laga antara Watford melawan Liverpool di Watford, Inggris, Ahad (1/3) dini hari.
Foto: Andy Rain/EPA EFE
Reaksi Mohamed Salah pada akhir laga antara Watford melawan Liverpool di Watford, Inggris, Ahad (1/3) dini hari.

REPUBLIKA.CO.ID, KATALUNYA -- Mantan pesepak bola asal Ghana, Eric Bekoe menungkapkan dirinya pernah melihat Mohamed Salah menangis karena jarang mencetak gol. Ia juga menyatakan, Salah mengidolakannya ketika mereka masih sama-sama bermain di Mesir. 

Namun setelah meniti karier di Eropa, Salah menjadi salah satu pemain yang diperhitungkan. Terlebih lagi ketika Jurgen Klopp merekrutnya dari AS Roma dan membawa Liverpool menjuarai Liga Champions.

Salah juga memenangkan penghargaan sepatu emas di musim pertamanya dengan Liverpool. Bekoe, yang pernah berseragam klub Liga Mesir bernama Petrojet dari 2009-2012, menyaksikan bagaimana perjuangan Salah menjadi pemain bintang. 

"Saya pernah menjadi pemain bintang di Mesir. Mohamed Salah adalah pemain muda yang ingin meniru saya," kata Bekoe seperti dilansir Mirror, Sabtu (6/6).

"Mohamed Salah memilih saya sebagai idola. Selama bermain di Petrojet, Salah adalah pemain muda yang membela Al Mokawloon," ujarnya. 

"Salah adalah winger kiri yang ingin mencetak banyak gol karena tampil di depan. Ia kadang-kadang menangis karena usahanya tidak berbuah angka," tambahnya. 

Bekoe mengatakan, perjalanan Salah berubah ketika klub asal Swiss, FC Basel membelinya. Salah berhasil mencuri perhatian kemudian direkrut Chelsea, Fiorentina, AS Roma, kemudian Liverpool. 

"Salah satu pelatih memaksanya menjadi penyerang sebelum pindah dari Mesir ke FC Basel," kata Bekoe. 

Musim ini, Salah sudah mencetak 16 gol dan berhasil membawa Liverpool ke puncak klasemen Liga Primer Inggris. Tinggal selangkah lagi The Reds meraih titel juara liga pertama selama 30 tahun terakhir.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement