Selasa 09 Jun 2020 06:00 WIB

Menanti Janji Setia Gurdiola

Kontrak saya tersisa satu musim lagi. Setelahnya, tergantung manajemen.

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Muhammad Akbar
Pep Guardiola usai timnya menang atas Burnley pada pertandingan Ahad (29/4)
Foto: EPA
Pep Guardiola usai timnya menang atas Burnley pada pertandingan Ahad (29/4)

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Sejatinya, ikatan kontrak Pep Guardiola sebagai pelatih Manchester City masih tersisa semusim lagi. Tapi, pertanyaan besar mulai muncul setelah adanya hukuman yang diberikan UEFA kepada City. 

Hukuman larangan tampil di kompetisi antarklub Eropa selama dua musim tentunya membuat Guardiola harus berpikir ulang; apakah melanjutkan karier yang bakal stagnan atau justru menerima tantangan di tempat baru demi melambungkan kariernya?

Inilah pertanyaan yang tentunya menggelayut di benak Guardiola. Walau belum menyiratkan sebuah komitmen di atas lembaran kertas, namun penggemar the Citizens bakal menanti dan melihat apakah pelatih asal Spanyol itu tergolong sosok yang pragmatis atau setia memegang komitmen.

Tentunya, di era industri sepak bola modern seperti sekarang, berbicara soal komitmen pada satu klub bukanlah sesuatu yang istimewa. Banyaknya tawaran ketika seseorang menunjukkan performa yang gemilang, di sanalah selalu terbuka kesempatan untuk berpindah dari satu klub ke klub yang lain. Rasanya sudah menjadi hal lumrah, tak perlu harus dipersoalkan terlalu berlebihan.

"Kontrak saya tersisa satu musim lagi. Setelahnya, tergantung manajemen. Di tahun 2021, saya sudah di City selama 5 tahun. Jika tim ini puas dengan hasil kerja saya, kontrak saya mungkin diperpanjang," jelas Pep dilansir the Guardian.

Sejauh ini, Guardiola mengaku senang berada di Stadion Etihad. Ia bahagia karena bekerja dengan pemain-pemain spesial dan mempunyai hubungan baik dengan manajemen klub. Menurutnya, tidak aneh jika dia ingin tetap memimpin the Citizens sampai tiga tahun lagi atau semacamnya. Jika skenario ini terwujud, City bakal menjadi tim terlama yang dilatih Guardiola.

"Saya pindah ke sini karena saya yakin bakal lebih bahagia daripada di tempat sebelumya. Saya tak menyesal pindah ke sini, atau jika harus memperpanjang kontrak kelak," tambahnya.

Sebelumnya, pria kelahiran Santpedor, Spanyol, itu sudah melatih Barcelona selama 4 musim sejak dari 2008. Lalu dia melatih Bayern Muenchen untuk 3 musim terhitung dari 2013.

Guardiola kemudian menandatangani kontrak dengan jawara Liga Primer Inggris ini pada tahun 2016, dan telah memperbarui kontraknya pada tahun 2018 yang berlaku hingga 2021. Selama ini, dia dikenal selalu menghormati kesepakatannya di semua klub yang ia ambil alih. Dari rekam jejaknya, ia tak pernah sekalipun memutus kontraknya lebih dini.

Sejak datang ke Stadion Etihad pada 2016, Guardiola telah merasakan 8 titel bersama the Citizens. Termasuk gelar Liga Inggris yang dimenangi secara back-to-back dari musim 2017/18 hingga 2018/19. Selain itu, City masih punya potensi untuk meraih juara Liga Champions musim ini.

Sebelum penundaan karena pandemi virus Corona, City sudah unggul 2-1 atas Real Madrid di leg pertama babak 16 besar. Kompetisi paling bergengsi di Eropa itu rencananya bakal dimainkan kembali pada Agustus mendatang.

Tentunya, semua ini hanya waktu yang bakal menjawabnya. Akankah Guardiola memegang teguh komitmennya tersebut?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement